Petik Pengalaman Internasionalisasi Institusi, UIN Malang Studi Banding ke UNS

Nov 27, 2020 20:36
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (kiri) memberikan buku puisinya kepada Ketua Senat Akademik UNS Prof Dr Adi Sulistiyono SH MH. (Foto: Humas)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (kiri) memberikan buku puisinya kepada Ketua Senat Akademik UNS Prof Dr Adi Sulistiyono SH MH. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik (UIN Maliki) Malang terus berupaya untuk menuju kampus bereputasi internasional. 

Semangat para pimpinan UIN Malang pun patut diacungi jempol. Buktinya, kampus berlogo Ulul Albab yang bulan kemarin genap berusia 59 tahun itu terus berupaya mewujudkan visinya itu. Salah satunya, melalui agenda studi banding senat akademik di Universitas Negeri Surakarta (UNS).

Baca Juga : Wujudkan Reputasi Internasional, Ini Strategi Jitu KUI UIN Malang

Agenda yang dihadiri para tokoh penting kedua institusi ini berlangsung di ruang sidang lantai 2, Gedung Ir. Prakosa, Kantor Pusat UNS, belum lama ini. 

Saat memberikan sambutan, Rektor UIN Maliki Prof Dr Abdul Haris MAg mengatakan bahwa kunjungannya bersama para wakil rektor, anggota senat, dan guru besar ke UNS bertujuan untuk silaturahmi sekaligus menimba pengalaman dari Senat Akademik (SA) UNS. Khususnya pengalaman UNS dalam hal internasionalisasi institusi.

"Tujuan kami datang ke sini (UNS) adalah tidak lain melainkan silaturahmi untuk share dan diskusi sekaligus ingin mendapatkan pengalaman implementasi UNS dalam mengembangkan status institusinya," ucap Prof Haris.

Selanjutnya, dijelaskan oleh Ketua Senat Akademik UNS, Prof Dr Adi Sulistiyono SH MH, bahwa adanya perubahan institusi UNS dari statusnya BLU menjadi PTN-BH membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Menurut dia, hal yang paling fundamental yakni soal modal.

Meski bukan hal yang paling dasar, namun modal berupa materi itu sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan status institusi.

Baca Juga : Ketua Komisi VIII DPR RI Komitmen Dukung UIN Malang Jadi Kampus Internasional

Selain itu, faktor komunikasi internal, manajemen dan kerja sama serta networking dengan pihak terkait mesti diperhatikan. Sehingga pada akhirnya, apabila semua komponen telah ready to action, kemungkinan peluang besar menuju perubahan status institusi pendidikan tinggi akan segera terealisasi.

"Sungguh prosesnya itu tidaklah lama, asal segala syarat, komponen, dan modalnya telah ada maka teruslah berusaha hingga terwujud perubahan pada hasilnya," tandas Prof Adi.

 

Topik
Rektor UIN MalangUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahimkampus bereputasi internasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru