Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat menyampaikan sambutan pada Hari Kesehatan Nasional, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Humas Protokol Pemkab Malang) 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat menyampaikan sambutan pada Hari Kesehatan Nasional, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Humas Protokol Pemkab Malang) 

MALANGTIMES - Pelaksanaan kampanye di tengah pandemi Covid-19 dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang telah dimulai sejak tanggal 26 September 2020 tidak berpengaruh signifikan terhadap penambahan jumlah pasien Covid-19 yang ada di Kabupaten Malang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan bahwa meskipun kampanye Pilkada Kabupaten Malang 2020 tetap dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang di tengah situasi dan kondisi yang serba terbatas tidak memengaruhi jumlah pasien Covid-19. 

"Kerumunan memang tetap ada tapi masih terkontrol protokol kesehatannya. Selama kampanye, paslon juga komitmen  kampanye door to door untuk membatasi kerumunan. Selama ini tidak ada kerumunan yang membludak," ungkapnya usai memperingati Hari Kesehatan Nasional 2020 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (21/11/2020). 

Arbani yang berprofesi sebagai dokter gigi ini pun juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran penyelenggara Pilkada Kabupaten Malang 2020, mulai dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, serta tim kampanye dari masing-masing paslon dan pihak Polres Malang. 

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Arbani berkaitan dengan komitmen menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Karena memang sudah komitmen. Memang saya dengar beberapa kali ada kerumunan lebih dari 100. Tapi langsung ditindak oleh pihak kepolisian dan Bawaslu. Ini lah yang membuat kerumunan tidak terjadi," terangnya. 

Pria berkacamata ini pun menuturkan, bahwa dampak dari kedisiplinan masyarakat serta penerapan protokol kesehatan pada saat gelaran kampanye tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020 menyebabkan tidak adanya penambahan jumlah signifikan selama satu bulan terakhir. 

"Pertambahannya (pasien Covid-19, red) tidak terlalu signifikan selama satu bulan terakhir. Bertambahnya (pasien Covid-19, red) ya normal seperti sebelum kampanye. Satu hari sekitar 3 atau 4 pasien rata-rata tambahannya. Bahkan ada satu hari yang tidak bertambah," jelas mantan Direktur RSUD Lawang ini. 

Sebagai informasi, bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang diinformasikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang, per tanggal 26 September atau pada saat dimulainya kampanye Pilkada Kabupaten Malang 2020, jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 890 orang. Untuk pasien yang berhasil sembuh sebanyak 783, sedangkan 57 orang dinyatakan meninggal dunia. 

Sedangkan dalam masa waktu 96 hari berjalannya kampanye Pilkada Kabupaten Malang 2020 tercatat total jumlah pasien positif Covid-19 per tanggal 20 November 2020 pukul 15.24 WIB sebanyak 1130 orang, sedangkan 999 pasien dinyatakan sembuh, serta 71 orang dinyatakan meninggal dunia.