KBM tatap muka di SDN Gunungsari 4 Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
KBM tatap muka di SDN Gunungsari 4 Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejak adanya pandemi Covid-19 di Kota Batu, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terpaksa terhenti hingga saat ini. Namun kini Dinas Pendidikan Kota Batu telah bergerak melakukan survei jika KBM tatap muka dilakukan kembali.

Survei yang diberikan kepada wali murid itu adalah pendapat kesediaan bagi anak-anaknya untuk kembali mengikuti pembelajaran di sekolah. Survei itu sudah dijalankan tiga SMPN Kota Batu.

Baca Juga : Menteri Nadiem Perbolehkan Pemda Buka Sekolah Tatap Muka Per Januari 2021

“Saat ini tiga sekolah dulu yang survei, setelah itu dilakukan secara bertahap sampai menyeluruh. Tiga sekolah itu yakni SMPN 01 Kota Batu, SMPN 02 Kota Batu dan SMPN 03 Kota Batu,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Enny Rachayuningsih.

Survei tersebut diawali kepada tiga sekolah tersebut karena beberapa pertimbangan. Yakni pertimbangan kapasitas ruangan kelas yang memadai, sehingga memungkinkan dilakukan uji coba KBM tatap muka.

“Meski demikian masih perlu untuk mendapatkan persetujuan dari wali murid dulu. Survei ini tujuannya untuk sejauh mana keinginan wali murid ingin digelar kembali KBM tatap muka,” imbuhnya.

Sedangkan survei tersebut telah dilaksankan sejak awal bulan November hingga akhir bulan November ini. Landasan yang digunakan tetap mengacu pada SKB 4 Menteri untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. 

“Dengan dilakukannya hasil survei nanti, sebagai dasar rekomendasi jika dibutuhkan bila diperbolehkan KBM tatap muka,” kata Enny.

Baca Juga : Ini Mekanisme Pencairan Bantuan Subsidi Upah Kemendikbud untuk Tenaga Pendidik Non-PNS

Kemudian untuk melakukan KBM tatap muka harus ada Satgas Gugus Tugas Covid-19 di tingkat sekolah. Ya karena protokol kesehatan yang ketat harus dilakukan dengan menerapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan).

Sehingga sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang protokol kesehatan. Selain itu sekolah juga harus bisa melakukan penanganan dini jika terdapat pelajar yang memiliki gejala.