Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Impian Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim(UIN Maliki)Malang Prof Dr Abdul Haris untuk menjadikan UIN Malang sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional bukan tidak mungkin segera terwujud. Hal ini disebabkan UIN Malang sudah memiliki modal yang besar.

Penilaian tersebut  disampaikan  Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) RI Prof Dr H Nizar Ali MAg saat menghadiri Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2020 UIN Maliki Malang hari kedua, Jumat (20/11/2020).  "UIN Malang sudah punya modal besar," katanya.

Baca Juga : UIN Malang Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, Fokus Perbaiki Kelemahan Kampus

Modal yang sudah dimiliki UIN Malang salah satunya adalah jumlah guru besarnya. Seperti yang diketahui, saat ini rektor getol menjalankan program percepatan guru besar. Hingga kini, profesor di UIN Malang  berjumlah 19.

"Profesornya sudah banyak. Dulu itu dicibir orang UIN Malang. Jniversitas profesornya cuma 7. Ini ada percepatan yang luar biasa yang menurut saya perlu diapresiasi," beber Nizar.

Modal kedua adalah akreditasi institusi A yang sudah dimiliki UIN Malang. Ketiga yakni jumlah akreditasi program studi (prodi) berjumlah 40 persen dan UIN Malang bahkan sudah memiliki 50 persen. "Jadi, melihat dari aspek ini, sebenarnya bisa masuk kategori perguruan tinggi internasional," timpalnya.

Satu yang juga disorot oleh Nizar adalah banyaknya mahasiswa asing yang belajar di UIN Malang. Para mahasiswa itu datang dari 24 negara.

Selain itu, ia  mengapresiasi UIN Malang yang juga telah memiliki jurnal yang terindeks Scopus. Dan yang tak kalah penting adalah infrastruktur kampus.

"Saya rasa UIN Malang ini juga sudah gengsi lah, punya 3 kampus; kampus 1, kampus 2, kampus 3. Ini perlu juga dikembangkan lagi untuk suporting terhadap non-akademi," imbuhnya.

Baca Juga : Mantan Sekjen Kemenag: Ma'had UIN Malang Jadi Panutan

Kualifikasi yang dimiliki UIN Malang ini, kata Nizar, begitu membanggakan Kementerian Agama. Untuk itu, ia meminta kepada rektor agar modal besar ini dirangkai. Modal-modal ini perlu dirawat, dipertahankan, diperbanyak, dan ditingkatkan."Sehingga kalau bisa dilakukan insya Allah ke depan akan menjadi unggulan pada level skala internasional," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nizar juga menyampaikan bahwa UIN Malang termasuk kampus Islam yang istimewa sebab memiliki kedokteran haji. "Kita punya fakultas kedokteran yang satu-satunya di dunia akhirat yang memiliki keistimewaan. Di Arab Saudi nggak ada yang namanya kedokteran haji. Malang yang ada," tandasnya.