Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat menyapa dan melihat hasil tani dari petani di wilayah Pagelaran. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat menyapa dan melihat hasil tani dari petani di wilayah Pagelaran. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Dengan penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2 yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) merancang program prioritas. Salah satunya yakni Kartu Tani Bangkit yang akan mengakomodasi kebutuhan petani.

Calon Bupati Malang nomor urut 2 Lathifah Shohib mengatakan bahwa hadirnya program Kartu Tani Bangkit sebagai fasilitas para petani yang hingga sampai saat ini belum memiliki Kartu Tani dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga : Bakal Ciptakan SDM Santri yang Mumpuni, Gusdurian Dikabarkan Merapat ke SanDi

Perempuan yang merupakan mantan anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode ini menambahkan bahwa Kartu Tani Bangkit juga memiliki fasilitas pemenuhan kebutuhan para petani yang sama seperti Kartu Tani yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

"Tujuan Kartu Tani Bangkit ini tak lain agar para petani bisa meningkatkan produksi tani mereka," ungkapnya ketika menyapa para petani yang ada di wilayah Pagelaran.

Setelah hasil produksi pertanian mulai menunjukkan peningkatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga menyusun program pemasaran untuk memaksimalkan hasil pertanian.

Selain itu, disampaikan Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah Shohib- bahwa saat ini penyediaan pupuk bersubsidi kurang merata dan menjadi keluhan dari para petani yang ada di Kabupaten Malang.

Terlebih lagi, petani yang dapat membeli pupuk bersubsidi lanjut Bu Nyai hanya masyarakat atau para petani yang telah memiliki Kartu Tani dari pemerintah pusat.

"Maka untuk memberikan bantuan kepada mereka para petani yang belum memiliki kartu tani maka saya menghadirkan Kartu Tani Bangkit yang memiliki fasilitas yang sama," ujar politisi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ini. 

Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Bisri Syansuri ini menuturkan bahwa jika ke depan diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Malang, Pemkab Malang akan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani. 

Beberapa cara ke depan yang akan dilakukan oleh paslon LaDub jika terpilih yakni melakukan kerja sama dengan pabrik pupuk atau pihak lain dalam hal ini masyarakat yang memproduksi pupuk. 

Baca Juga : Kiai dan Nyai Kampung Kabupaten Malang, Sepakat Deklarasikan Dukungan kepada Paslon SanDi

"Ada banyak nanti jenis pupuk, mulai dari pupuk cair sampai pupuk kompos. Keberadaan pupuk cair untuk petani juga sedang dipikirkan dan dikaji secara mendalam," terangnya.

Di samping menyusun program pemberian Kartu Tani Bangkit, paslon LaDub juga telah mempersiapkan untuk memberikan bantuan peralatan pertanian bagi para petani.

"Bukan saja pupuk bersubsidi, tapi nanti kita support dengan alat pertanian. Tujuannya agar mempermudah untuk memproduksi hasil pertanian," tuturnya. 

Bu Nyai mengatakan bahwa semua program pada sektor pertanian sudah melalui analisa mendalam dan menyeluruh oleh tim ahli dari paslon LaDub termasuk untuk kemampuan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

"Prinsip saya setiap jengkal tanah yang kita miliki itu supaya dimanfaatkan, karena ini akan berdampak dan memberikan manfaat pada ekonomi keluarga," tandasnya.

Sementara itu, paslon LaDub telah berkomitmen, jika diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Malang, pihaknya siap menjalankan program-program yang telah ditawarkan kepada masyarakat Kabupaten Malang untuk direalisasikan secara bertahap.