Kepala Dinsos Jatim, Dr Alwi saat memberikan sertifikat kepada klien (Hendra Saputra)
Kepala Dinsos Jatim, Dr Alwi saat memberikan sertifikat kepada klien (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) milik Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur (Jatim) Kamis (19/11/2020) melakukan wisuda terhadap 20 klien yang sudah menempuh pendidikan selama 3 tahun dan dianggap sudah bisa mandiri.

Kepala UPT RSBN Malang, Firdaus Sulistijawan mengatakan bahwa 20 klien yang diwisuda hari ini dianggap sudah bisa mandiri dan bisa melakukan aktivitas di rumah bersama keluarga. Hal itu dinilai karena klien telah memenuhi syarat untuk hidup dengan keterampilan yang didapatkan.

Baca Juga : Ikut WBBM, Polresta Malang Kota Dinilai Internal Mabes Polri dan Polda Jatim

"Selama tiga tahun menempuh keterampilan, dan mereka yakin dan mampu untuk mandiri. Hal ini merupakan bagian dari Dinsos Jatim hadir dalam rangka melayani dan menyelesaikan khususnya teman-teman untuk kembali ke dinsos daerah dan keluarga agar mampu berkembang lagi," ungkap Firdaus.

Disisi lain, Firdaus tetap yakin para eks klien bisa menjaga hubungan meski telah dinyatakan lulus dan mendapatkan keterampilan. "Saya yakin hubungan ini tetap erat yang dijalani. Mereka adalah sama dengan kita, bahkan keterampilan mereka lebih dari kita," imbuhnya.

Dari hasil penyaringan selama ini lanjut Firdaus, dalam tiga bulan ini mereka melaksanakan kegiatan praktek di lapangan. Dari hasil tersebut beberapa klien lulus dengan nilai di atas rata-rata.

"Mereka lulus dengan predikat memuaskan. Urutan ketiga didapatkan oleh Afif Abdillah dari Kota Malang yang mendapatkan nilai 1630, kedua Rizal Setiawan dari Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 1678 dan urutan pertama yakni Dwi Prasetyo dari Pacitan dengan nilai 1695," terang Firdaus.

Sementara itu, Kepala Dinsos Jatim Dr Alwi M Hum berharap para klien yang telah lulus bisa memanfaatkan keterampilan yang telah disaat di RSBN Malang seperti kelas latihan baca dan menulis Braille. Termasuk, pelatihan ketrampilan non-pijat, mulai dari pembuatan telur asin, kemoceng, serta pelatihan daily life seperti memasak, merapikan pakaian, hingga pelatihan lainnya. 

"Selamat kepada yang jumlahnya 20 orang yang telah mengikuti pendidikan atau pelatihan selama 3 tahun, mudah-mudahan apa yang sudah diberikan oleh UPT RSBN ini menjadi bekal untuk keberlangsungan hidup menatap masa depan," kata Alwi.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Jumlah Kejadian Kebakaran di Kota Malang Menurun

Selain itu, Alwi juga berpesan kepada UPT RSBN Malang dan juga eks klien agar tetap menjaga hubungan agar pemantauan klien selepas lulus bisa tetap mendapatkan perhatian. "Saya harap anak-anak tetap dipantau walau tidak secara langsung agar apa yang telah diberikan bisa berlangsung dan berkelanjutan agar tidak sia-sia. Saya harap juta kepada orang tua wali mereka bisa didampingi, agar tidak sia-sia," harap Alwi.

Alwi juga tetap membuka komunikasi dengan eks klien dimana hal itu juga dianggap bisa memotivasi klien lain yang belum lulus. "Saya harap tetap ada komunikasi agar tidak putus hubungan dengan RSBN, kami tetap membuka komunikasi seluas-luasnya, bagi yang telah selesai melakukan pembinaan atau pun kepada orang tua. Jangan setelah selesai tidak ada komunikasi," pungkasnya.