Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (dua dari kiri) saat menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk melakukan pembacokan, Kamis (19/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (dua dari kiri) saat menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk melakukan pembacokan, Kamis (19/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Motif peristiwa pembacokan yang menggemparkan Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang pada Rabu (18/11/2020) kemarin berhasil dibuka oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Malang. Polisi mengungkap bahwa pelaku Matsikin (34) membacok tetangganya, Abdul Manan (42) karena motif sakit hati.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan bahwa motif dari pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban adalah karena sakit hati dan marah. Korban disebut kerap kali menjelek-jelekkan pelaku kepada istrinya yang sedang berada di Taiwan sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) melalui media sosial Facebook. 

Baca Juga : Warga Arjowinangun Dua Kali Nyaris Jadi Korban Begal di Comboran

"Jadi korban ini menjelek-jelekkan pelaku melalui media Facebook dan menjelek-jelekkan ini kepada istri si pelaku. Kebetulan istri pelaku ini seorang TKW dan sampai saat ini masih bekerja di Taiwan," ungkap Hendri Umar ketika menggelar ungkap kasus di Mapolres Malang, Kamis (19/11/2020).

Hendri menambahkan, pelaku mengatakan bahwa korban kerap mengejeknya sejak Agustus hingga November 2020. Hal itulah yang menurut pelaku menjadi penyebab keretakan rumah tangga dengan istrinya.

"Akhirnya istrinya ini mengambil kesimpulan untuk menceraikan si pelaku. Ini telah dibuktikan dengan surat cerai yang tanpa sepengetahuan si pelaku telah dibuatkan sendiri oleh istrinya dan surat cerai tersebut akhirnya diterima oleh si pelaku," terangnya. 

Atas dasar itulah, pelaku melangsungkan aksi pembacokan kepada korban. Korban sempat tersungkur dan terkapar dengan bersimbah darah di jalanan dekat wisata Sumbermaron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

"Pertama (bacokan, red) diarahkan ke leher bagian kanan dan juga mengenai bahu korban. Setelah mendapatkan serangan, korban jatuh tertelungkup. Ditambah sekali lagi pelaku ini (membacok, red) mengarah ke leher bagian kiri korban," jelasnya.

Luka-luka tersebut yang menyebabkan korban langsung meninggal dunia di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Disampaikan Hendri bahwa berdasarkan hasil otopsi, telah ditemukan 5 bekas luka yang cukup besar. 

Baca Juga : Kasun yang Aniaya Pemuda Kencani PSK di Lokalisasi Jombang Terancam Dicopot

"Ada luka di leher bagian kiri, leher bagian kanan dan itu juga tembus ke batang otak. Inilah yang menyebabkan kematian karena terputusnya batang otak, pasokan oksigen berkurang, akhirnya si korban langsung meninggal di tempat," tandasnya.

Hendri mengatakan bahwa atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) tentang pembunuhan berencana atau penganiayaan berat.

"Ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun kurungan penjara," pungkasnya.