Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad (tengah duduk) bersama perwakilan dari relawan tim paslon LaDub saat deklarasi Jihad Politik Menangkan Bu Nyai, Rabu (18/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad (tengah duduk) bersama perwakilan dari relawan tim paslon LaDub saat deklarasi Jihad Politik Menangkan Bu Nyai, Rabu (18/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 pada  9 Desember, tim pemenangan bersama relawan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) menggelar deklarasi jihad politik. Tujuan deklarasi itu  untuk memenangkan paslon LaDub. 

Deklarasi  ini dihadiri beberapa relawan yang telah menentukan sikap mendukung dan berjuang untuk kemenangan paslon LaDub. 
 "Ada relawan Merah Putih, relawan ABS (Asal Bukan Sampeyan, red), relawan Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden, red), relawan Wagir Bersatu," ungkap Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad  di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Rabu (18/11/2020) malam. 

Selain relawan dari kalangan masyarakat Kabupaten Malang yang membuat basis-basis massa hingga menjangkau pedusunan, Gus Ali juga mengatakan bahwa ada dukungan dari para alumni pondok pesantren besar di Jawa Timur maupun di Kabupaten Malang. 

"Dari relawan alumni Sidogiri, alumni Ploso, alumni Lirboyo, alumni Maqbul, alumni An-Nur, kemudian relawan Nahdliyin, dari unsur muslimat, dari unsur Fatayat, dari unsur Ansyor," ucapnya. 

Deklarasi itu , lanjut Gus Ali,  menunjukkan  bahwa warga Nahdliyin yang berada di struktural Nahdlatul Ulama (NU) hingga ke badan otonom maupun nonstruktural telah menyatakan dukungan kepada paslon LaDub. 

"Kami terima kasih sebesar-besarnya kepada para asparagus dukungan riil. Ditambah dungo, ditambah wiritane para santri ini sungguh luar biasa. Jadi dobel, fisiknya turun, doa kyai turun, ditambah doa santri, murni ikhlas karena pasangan LaDub ingin menang," bebernya. 

Terlebih lagi, sosok calon bupati Malang Lathifah Shohib yang merupakan cucu dari salah satu pendiri NU, yakni KH. Bisri Syansuri. Hal itu membuat para alumni dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur maupun di Kabupaten Malang dengan ikhlas dan penuh semangat untuk memenangkan Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah Shohib.

"Harapan kami adalah perjuangan, doa, dan sisa 21 hari ini adalah momentum yang harus kita tangkap. Alhamdulillah semakin hari LaDub ada yang bergabung, ada yang terbuka dan ada yang tertutup," ujarnya. 

Dengan bertambahnya kantong relawan-relawan baru yang telah menyatakan mendukung paslon LaDub, Gus Ali menyebutkan bahwa dari beberapa yang telah disebut, masih banyak lagi tim relawan yang memang sengaja tidak disebutkan untuk menjaga basis suara pendukung paslon LaDub. 

"Ada banyak lagi tim relawan yang tidak disebut, yang saya katakan tertutup tadi. Ini yang cukup banyak. Kalau jumlahnya, tim relawan lebih dari 20 ya, kalau dari nama. Tapi ini yang tertutup cukup banyak," tandasnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Media Center Paslon LaDub Anas Muttaqin mengatakan bahwa di samping dengan dukungan dari para relawan yang terdiri dari kelompok religius dan nasionalis, bentuk dukungan kepada paslon LaDub merupakan hasil kolaborasi Bu Nyai yang dari kalangan religius dan Didik Budi dari kalangan nasionalis. 

"Kita tidak hanya didukung oleh kelompok religius kaum Nahdliyin,  tapi juga kelompok nasionalis banyak yang merapat ke kita karena melihat figur Bu Nyai dan Pak Didik ini kombinasi ideal religius-nasionalis yang mampu memimpin Kabupaten Malang," katanya. 

Maka dari itu, Anas menyebutkan terdapat tokoh-tokoh di Kabupaten Malang yang telah merapat dan menyatakan dukungan kepada paslon LaDub. Di antaranya mantan Bupati Malang dua periode  Sujud Pribadi, Sucipto (pemilik keripik Lumba-Lumba),  dan Haji Zaini (tokoh asal Dampit).