Aplikasi Muslim Pro (Foto:  Angin Segar)
Aplikasi Muslim Pro (Foto: Angin Segar)

MALANGTIMES - Umat Islam di dunia baru saja digegerkan dengan kabar dari salah satu aplikasi muslim populer "Muslim Pro". Diketahui, aplikasi tersebut merupakan aplikasi pengingat salat dan tadarus Qur'an yang sudah diunduh lebih dari 98 juta umat muslim di seluruh dunia. Namun siapa sangka, pemilik Muslim Pro dikabarkan tega menjual data-data pribadi umat islam ke militer Amerika Serikat (AS).  

Melansir melalui Business Insider, mereka mejual data lokasi untuk mendapat uang dari pihak ketiga. Sementara Militer AS membeli data itu melalui pihak ketiga yang memang membeli data dari pihak Muslim Pro.  

Baca Juga : YouTube Tak Bisa Diakses, Tagar #YouTubeDown Trending Twitter

 

Disebutkan militer AS menggunakan dua metode terpisah untuk mendapatkan data lokasi pengguna. Pertama melibatkan produk bernama Locate X. Layanan itu dibeli untuk membantu Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), divisi militer yang ditugaskan untuk kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, dalam operasi pasukan khusus di luar negeri.

Gambar
Foto: Twitter

Sementara metode kedua mendapatkan data yang melibatkan perusahaan bernama X-Mode. Perusahaan ini memperoleh data lokasi langsung dari aplikasi kemudian menjual data tersebut ke kontraktor, dan dengan ekstensi ke militer AS.

Sebagai imbalan, X-Mode membayar biaya kepada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Misalkan, sebuah aplikasi dengan 50.000 pengguna aktif harian di AS akan menghasilkan pengembang USD 1.500 sebulan.

Sayangnya hingga kini Muslim Pro dan X-Mode belum memberikan keterangan terkait kabar penjualan data tersebut. Namun, X-Mode menjelaskan, jika data yang dibeli akan digunakan untuk tiga hal yakni counter-terrorism, keamanan siber, dan memprediksi titik-titik potensi penularan Covid-19.

Tak ayal, hal itu langsung menimbulkan banyak kemarahan umat Islam di media sosial. Bahkan, Muslim Pro menjadi trending topic di Twitter pada Selasa (17/11/2020). Warganet seakan kesal dan mengusulkan untuk menggunakan aplikasi lain. 

@izyanmahmud: "Terpaksa delete sebab ada issue penjualan data pengguna kepada military us #MuslimPro".

@Marchfoward: "NSA, Ketenteraan US dah lama ada isu intipan maklumat ni. Dulu Facebook jual maklumat. Kongres tuduh FB. Jawapan Mark pun kelakar haha Jadi jika ia berlaku kepada Muslim Pro ia tak pelik Cuma utk Pemilik Muslim Pro dia betul betul menunggang agama dan mencabuli amanah".

Baca Juga : Smartphone dan Fitur-Fitur yang Didukung MIUI 13 Bakal Dirilis 2021!

 

@diladelirious: "Boleh start pakai app ni Jempolan tak banyak function macam Muslim Pro tp waktu solat cukup reliable".

@nhamizan_: "Gila pagi pagi baca ujian berat. Gila betul muslimpro".

@koutsurou: "huf gue uninstall dulu deh tuh muslimpro... serem bgt".