Suasana soccer street yang dilakukan Aremania (Hendra Saputra)
Suasana soccer street yang dilakukan Aremania (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Di tengah aksi damai yang dilakukan Aremania di depan gedung DPRD Kota Malang, sekelompok yang menamakan diri sebagai AFC dan AI menggelar soccer street (sepak bola jalanan) dengan harapan bahwa kedua tim yakni Arema FC dan Arema Indonesia yang saat ini menjadi tim dualisme di Malang.

Soccer street yang dilakukan sejumlah Aremania itu di depan Balai Kota Malang, dengan menggunakan bola dan gawang kecil. Terlihat mereka sangat menikmati permainan sepak bola tersebut dan sangat akrab satu sama lain.

Baca Juga : Besok, Ada Aksi Soccer Street AFC Vs AI di Depan Balai Kota Malang

Salah satu Aremanita, Inaka mengatakan, bahwa kegiatan tersebut supaya dilihat petinggi kedua klub yang dianggap sedang mengalami dualisme tersebut. Hal itu diharapkan juga mereka bisa duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut hingga menjadi satu nama Arema.

"Sepak bola diantara unjuk rasa ini karena kita di Malang ada dua kubu yakni dari pihak Arema FC dan Arema Indonesia. Kita lahir 1987 Arema hanya satu, tidak ada dua. Maka dari itu kami adakan persahabatan Arema FC dan Arema Indonesia supaya mereka diluar sana tahu bahwa kami sebenarnya satu. Karena simbolnya Arema kan pemersatu, itu untuk simbol saja, supaya di Malang ini satu kembali," kata Inaka disela unjuk rasa.

Sementara itu, Aremania yang melakukan unjuk rasa sangat antusias. Beberapa perwakilan Aremania seperti Aremania Bali, Madura, Bondowoso, Probolinggo hingga Kalimantan hadir di tengah Aremania asli Malang yang duduk bersama didepan gedung DPRD Kota Malang.

Sebagai informasi, konflik dualisme PS Arema telah berlangsung lebih kurang 9 tahun sejak tahun 2011 yang mengancam hilangnya identitas asli klub Arema, kebanggaan Aremania. 

Aremania menganggap konflik dualisme PS Arema ini telah mencoreng nama baik masyarakat Malang Raya, khususnya Aremania dipentas panggung sepak bola Indonesia.

Baca Juga : Pentolan Bonek Ajak Suporter Indonesia Bersatu, Netizen Kaitkan dengan Habib Rizieq

Adapun Organ Yayasan Arema yang ingin ditemui yakni semua organ yang masih aktif atau non aktif. Di mana setidaknya berdasarkan SK MENKUMHAM tahun 2012 dengan akta notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317.

Di dalamnya, setidaknya sampai tahun 2015 diakui Kemenkumham masih sah menjabat sebagai Organ Yayasan Arema. Diantaranya adalah Darjoto Setyawan sebagai pembina, Bambang Winarno sebagai pengawas, Muhammad Nur sebagai ketua dan Rendra Kresna sebagai bendahara. Sedangkan Sekretaris Yayasan Arema, Mudjiono Mudjito telah meninggal dunia.