Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas (dokumentasi MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas (dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pelanggan air PDAM Kota Malang selama beberapa hari terakhir mengeluh lantaran airnya berbau minyak tanah atau solar. Air yang keruh dan berbau itu kemudian dicek langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji beserta manajemen PDAM Kota Malang. DPRD Kota Malang pun tak ketinggalan melakukan inspeksi mendadak di sumber air yang berada di Wendit tersebut.

Dari hasil investigasi di lapangan tersebut, diduga ada sabotase yang mengakibatkan kualitas air menjadi tercemar. Hal itu terjadi diduga lantaran adanya luberan pengisian solar di mesin pompa air sumber Wendit.

Baca Juga : Acaranya Selalu Ramai Massa, Habib Rizieq Didenda Rp 50 Juta 

 

Tangki tersebut harusnya mampu menampung hanya seribu liter solar. Namun belakangan diketahui tangki diisi tiga ribu liter solar. Akibatnya, kurang lebih dua ribu liter solar meluber hingga ke tandon dan sungai di sekitar sumber sehingga membuat kualitas air menjadi tercemar dan berbau minyak tanah.

Kini, air berbau solar milik PDAM Kota Malang itu pun berujung ke ranah hukum. Direktur Utama PDAM Kota Malan MM. Nor Muhlas menyampaikan, pihaknya telah membuat laporan kepada Polres Malang. Laporan sudah dibuat dan seluruh proses diserahkan kepada pihak yang berwajib.

"Sudah diproses kepolisian. Kami masukkan laporan ke Polres Malang," kata Muhlas, Senin (16/11/2020).

Muhlas menjelaskan, tindakan tersebut diambil dan seluruh proses akan dilakukan sebagaimana aturan hukum yang ada. Sehingga pihaknya akan menunggu hasil lebih mendetail dari pihak kepolisian yang secepatnya akan turun ke lapangan.

Lebih jauh Muhlas menjelaskan, pasca-insiden tersebut, pihaknya telah memperbanyak CCTV di beberapa titik vital. Salah satunya di area pompa air di sumber Wendit. Harapannya, tidak lagi terulang kasus serupa yang bisa merugikan ribuan pelanggan PDAM Kota Malang.

Baca Juga : Heboh! Sebut Ada Lonte Hina Habib, Habib Rizieq: Eh Malah Polisi Jaga Lonte 

 

"Dan saat ini kualitas air sudah bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pasca-normalisasi, dinyatakan jika air tidak berbau dan memenuhi syarat air minum," jelas dia.

Muhlas mengatakan sebelumnya telah dilakukan proses normalisasi tandon dan saluran PDAM. Pihaknya juga melakukan uji lab terhadap kualitas air yang ada. Hasilnya menunjukkan  sudah tidak ada lagi kandungan minyak tanah ataupun solar sehingga air memenuhi syarat sebagai air layak minum. Dia berharap agar pelanggan yang terdampak membersihkan tempat tandon airnya untuk memastikan tidak ada bekas solar yang tertinggal.