Suasana bekas lokalisasi Tunggorono. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Suasana bekas lokalisasi Tunggorono. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

MALANGTIMES - JOMBANGTIMES - Seorang pemuda dipukuli oleh Kepala Dusun Petengan, Desa Tambakrejo, Jombang. AS (24) saat berkencan dengan PSK berinisial SAL (34) di sebuah kamar rumah warga Dusun Tunggul, Desa Tunggorono.

Lokasi AS dianiaya oleh Agus Syarifudin (31), Kasun Petengan ini berada di RT 03 RW 07, Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Wilayah ini dulunya merupakan tempat prostitusi atau lokalisasi di kota santri. 

Baca Juga : Terjadi Lagi! Pengeroyokan TNI di Sumedang oleh Tiga Orang Tak Dikenal

Ketua RW 07 Mujiono menyebut, aktivitas prostitusi tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an. Namun, ia tidak mengetahui persis, mulai tahun berapa lokalisasi Tunggorono ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. 

Lokalisasi Tunggorono tersebut juga berdekatan dengan pasar hewan di kala itu. Tapi, pasar hewan itu bubar pada tahun 1998.

"Cikal bakalnya gitu (lokalisasi, red) dulu, waktu tahun 80an (1980) berapa gitu. Cuman sekarang jadi pemukiman warga, sudah jadi sertifikat. Penduduk situ tanahnya sudah hak milik," terangnya saat dihubungi wartawan, Minggu (15/11).

Mujiono menyebut, sudah tidak ada lagi aktivitas prostitusi di lokasi bekas lokalisasi tersebut. Aktivitas warga ekslokalisasi itu, saat ini banyak diisi aktivitas normalnya masyarakat dan pengajian. "Kalau lingkungan kondisinya aman. Kegiatan ngaji jalan, ibu-ibu juga ngaji dan arisan. Ya sewajarnya lingkungan, kegiatan lingkungan jalan. Kalau prostitusinya sudah tidak ada, sudah jadi pemukiman warga," ujarnya. 

AS dianiaya Agus di sebuah kamar rumah warga di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono pada Sabtu (7/11). Saat itu, AS sedang berkencan dengan SAL, PSK yang ia sewa. Kamar rumah warga yang disewa AS ini berada tepat di bekas lokalisasi, yaitu di RT 03 RW 07.

Saat wartawan ke lokasi, rumah lokasi AS dianiaya ini berada di sebuah gang sempit yang hanya muat dilalui satu mobil. Gang di RT 03 ini membujur selatan ke utara. Di sisi kiri kanan sebagian terlihat warung kopi dan tempat karaoke. 

Namun, Mujiono membantah adanya rumah warga yang menyewakan kamar untuk praktik prostitusi. Ia mengatakan, bahwa di wilayahnya tersebut memang banyak kamar kos. Namun, kos tersebut hanya disewakan ke karyawan pabrik. Pasalnya, di wilayah Desa Tunggorono sendiri terdapat sejumlah pabrik berskala besar. 

Baca Juga : Challenge Cewek Buka Baju Ini Bakal Jadi Trending, Orang Tua Wajib Hati-Hati

"Kalau kos-kosan ada, di lingkungan saya banyak. Masalahnya kan dekat pabrik. Kalau masalah seperti itu (rumah yang kamarnya disewakan, Red) saya kurang tahu," kata Mujiono. 

Kasatpol PP Kabupaten Jombang Agus Susilo Sugioto membenarkan bahwa di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono dulunya merupakan lokalisasi. Namun, ia juga tidak mengetahui secara persis kapan lokalisasi itu ditutup permanen oleh pemerintah. "Itu (lokalisasi, red) sudah lama ditutup. Sudah lama, saya tidak tahu pasti kapan ditutup. Saat ini sudah jadi pemukiman warga biasa," ucapnya.

Agus mengakui bahwa di lokasi tersebut masih banyak kamar rumah warga yang disewakan. Kamar yang disewakan berupa rumah kos. Ia juga mensinyalir bahwa kamar kos dimanfaatkan untuk praktik prostitusi. "Itu modelnya bukan lokalisasi. Tapi rumah kamarnya disewakan, jadi terselubung gitu," kata Agus.

Kejadian yang dialami AS ini juga ditanggapi olehnya. Agus akan memerintahkan anak buahnya untuk patroli di bekas lokalisasi Tunggorono itu. Ia akan menindak bilamana ada kamar kos yang disalahgunakan. "Ya nanti kita akan patroli biara jera. Nanti bila ketangkap akan kita proses," pungkasnya.(*)