Berusia Satu Dekade, Gojek Cetak Transaksi Lebih dari Rp 170 Triliun

Nov 12, 2020 16:43
Konferensi pers satu dekade Gojek secara virtual (Istimewa).
Konferensi pers satu dekade Gojek secara virtual (Istimewa).

MALANGTIMES - Berusia tepat satu dekade, Gojek berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter atau dikenal dengan istilah contribution margin positive. 

Bukan hanya itu, total gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto selama satu tahun meningkat hingga lebih dari Rp 170 triliun, atau meningkat 10 persen dibanding tahun lalu.

Baca Juga : OJK Malang Punya PR Utama Tingkatkan Sisi Demand Masyarakat

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo, Andre Soelistyo melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, kondisi itu merupakan pencapaian luar biasa di tengah pandemi yang semakin memperkuat fundamental bisnis perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Pencapaian ini antara lain didorong oleh investasi yang terfokus pada sejumlah area strategis seperti inovasi produk dan layanan, otomatisasi (automation) yang berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas performa aplikasi Gojek. Antara lain meliputi GoBiz self-serve onboarding dan CareTech ticket automation, serta investasi di sumber daya manusia di bidang teknologi.

Sementara untuk pencapaian GTV yang mencapai US$12 Miliar atau sekitar Rp170 triliun, meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu dilatarbelakangi beberapa hal. Salah satunha didorong oleh transaksi dari pengguna aktif bulanan (monthly active users) Gojek yang telah mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara.

Sementara itu, GTV dari layanan pembayaran digital, GoPay, saat ini telah melampaui total GTV di masa pra-pandemi; hal ini  seiring dengan semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital dan bertransaksi secara online.

"Gojek akan terus mendorong pertumbuhan ini dengan memfokuskan investasi di beberapa area utama di tahun 2021 dan seterusnya," katanya.

Lebih jauh dia menerangkan, salah satu pendorong utama pertumbuhan Gojek adalah ekosistem merchant, yang jumlahnya terus bertumbuh hingga 80 persen atau menjadi 900 ribu merchant dari 500 ribu di tahun lalu. Peningkatan signifikan ini terutama didorong oleh digitalisasi merchant UMKM di masa pandemi.

Gojek hadir dengan layanan dan solusi komprehensif untuk pengusaha UMKM dengan berbagai skala bisnis, termasuk mereka yang baru pertama kali go-digital. Hal ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara, agar mereka bisa mempertahankan kestabilan usaha terlebih di masa pandemi yang telah mengubah kebiasaan hidup masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas online.

Komitmen dalam mendukung digitalisasi UMKM untuk #MelajubersamaGojek antara lain ditandai dengan dihadirkannya layanan one-stop-solution yang dapat digunakan oleh para pelaku UMKM untuk memudahkan layanan dan transaksi mereka secara digital.

Di samping itu, Gojek juga melakukan berbagai inisiatif, termasuk bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memperluas akses bagi pelaku UMKM menawarkan layanan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.

Baca Juga : Selain Indonesia, Beberapa Negara Telah Terapkan Kelonggaran Investasi Lewat Omnibus Law

Sebagai contoh, layanan belanja sehari-hari, GoMart dan GoShop, yang makin dikembangkan di awal 2020 untuk merespon kebutuhan masyarakat di masa pandemi, mengalami peningkatan GTV sebesar 500 persen sejak awal pandemi, dan telah membuka peluang bagi lebih banyak UMKM untuk mulai berjualan online.

"Gojek memasuki usia ke-10 di saat terjadi krisis pandemi. Kami melihat ekosistem Gojek terus memainkan peran penting dalam mempertemukan supply dan demand, memenuhi kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Dengan kondisi pandemi, Gojek menurutnya akan terus memperkokoh komitmen dalam mendukung pertumbuhan UMKM dengan memberikan berbagai solusi komprehensif. Termasuk melalui layanan pembayaran dan finansial yang akan membantu usaha mereka untuk bertahan dan berkembang serta menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi, menambahkan, komitmen Gojek sebagai superapp dengan misi memberikan solusi dari permasalahan sehari-hari tengah diuji. Ketika pandemi ini membuat ketergantungan masyarakat terhadap digital platform seperti Gojek menjadi semakin besar.

"Di ulang tahun ke-10 ini, saya bangga dan bersyukur dengan pencapaian Gojek hingga saat ini, juga dengan cara kami merespons dan beradaptasi di tengah situasi sulit, melalui inovasi dan kerja keras dari seluruh tim di Gojek," terangnya.

Dengan komitmen untuk terus memberikan peluang terhadap kehidupan yang lebih baik melalui teknologi, serta fokus kepada efisiensi bisnis, menurutnya Gojek akan terus menciptakan dampak positif bagi ekosistem.

"Serta berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia dan Asia Tenggara di tahun-tahun mendatang. 2020 adalah tahun di mana kami belajar banyak hal, sekaligus mencapai banyak hal yang membawa perusahaan jauh lebih kuat secara fundamental. Kami optimis bahwa 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi Gojek dan mitra-mitra kami," pungkasnya.

Topik
Gojek kampanye kalipare

Berita Lainnya

Berita

Terbaru