Tim Pemenangan Malang Bangkit Klaim Elektabilitas Paslon LaDub Terus Naik

Nov 09, 2020 20:12
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad saat ditemui awak media di sela-sela agendanya di Kota Malang, Senin (9/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad saat ditemui awak media di sela-sela agendanya di Kota Malang, Senin (9/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Tim Pemenangan Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) yang tergabung dalam Malang Bangkit mengklaim bahwa elektabilitas dan tren paslon LaDub terus meningkat. 

Ketua DPC (Dewan Pengurus Cabang) PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad mengatakan tren positif dan tingkat elektabilitas paslon LaDub terus meningkat dibanding dua paslon lainnya. "Tren kita naik terus. Kita akui HC juga naik. Tapi itu saya nggak tahu skema siapa yang diambil. Tapi tren kita terus naik. Berdasar polling Internal dan eksternal sama," ungkapnya ketika ditemui awak media di sela-sela agendanya di Kota Malang, Senin (9/11/2020). 

Disinggung perbedaan selisih kenaikan dengan kedua paslon lainnya, Gus Ali -sapaan akrabnya- mengatakan bahwa selisih kenaikannya juga cukup drastis. Hal itu disebabkan skema kampanye yang perlahan juga akan diubah. 

Gus Ali pun tidak menjelaskan secara rinci terkait strategi dan skema kampanye yang akan diterapkan, karena berkaitan dengan pemenangan paslon LaDub di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. "Tapi ada selisih kenaikannya itu agak drastis. Karena untuk skema-skema terakhir ini akan kita ubah," katanya. 

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai salah satu dewan pengarah di tim pemenangan paslon LaDub yakni di Malang Bangkit juga menuturkan bahwa banyak tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang menyatakan dukungannya ke paslon LaDub. 

Terlebih lagi, Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri. "NU sudah merapat. Tapi saya ngomong bukan NU-nya tapi orang-orang NU-nya. Jangan mengatakan NU gitu jangan," terangnya. 

Selain itu, Gus Ali juga mengatakan tingkat elektabilitas paslon LaDub juga terus meningkat. Salah satunya melalui survei yang dilakukan oleh relawan Gerbang Madani mulai tanggal 10 Oktober hingga 30 Oktober 2020. 

Berdasarkan survei tersebut yang menyasar 96.600 KK di 33 kecamatan dan 322 desa yang ada di Kabupaten Malang, sebanyak 50,62 persen masyarakat Kabupaten Malang memilih paslon LaDub karena menginginkan sosok pemimpin baru di Kabupaten Malang. 

"Tentunya biasanya begini, komunikasi politik itu menjelang akhir kan mesti ada satu saling ambil mengambil, ambil mengambil. Ini kita menjaga itu agar supaya suara kita tetap terjaga sampai nanti di TPS. Itu yang paling penting," terangnya. 

Sementara itu, disinggung mengenai nantinya terdapat potensi money politic yang di setiap momen-momen politik biasanya juga muncul, Gus Ali pun menanggapi dengan santai. 

Karena menurutnya, paslon LaDub tidak menggunakan cara-cara seperti itu, melainkan menawarkan program-program yang telah dimiliki dan akan diimplementasikan dalam lima tahun mendatang jika diamanahi sebagai pemimpin Kabupaten Malang. "Ya tentunya kalau ideologinya sudah kuat walaupun money politic, walaupun ke wali lima, tetap orang-orang juga tidak bergoyah," pungkasnya.

Topik
Pilkada Kabupaten Malangpaslon ladub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru