Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

BPCB Trowulan Jatim Lakukan Eskavasi Penemuan Situs Purbakala di Langlang Singosari

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Lazuardi Firdaus

08 - Nov - 2020, 01:39

Placeholder
Tim BPCB Trowulan Jatim saat melakukan proses eskavasi terhadap penemuan situs purbakala di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Trowulan Jawa Timur (Jatim) sejak hari Selasa (3/11/2020) hingga hari ini Sabtu (7/11/2020) melakukan proses eskavasi terhadap temuan situs purbakala di wilayah Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 



Dalam rangka untuk penelitian awal penemuan situs purbakala tersebut, BPCB Trowulan Jatim terus melakukan proses eskavasi hingga pada hari Minggu (8/11/2020). Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat data-data yang ditemukan. 

Arkeolog yang juga berprofesi sebagai Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang, Ismail Lutfi mengatakan bahwa penemuan situs purbakala tersebut untuk dugaan dan analisis sementara merupakan peninggalan dari zaman pra kerajaan Singosari. 

"Kalau dari batanya, kesimpulan sementara cenderung lebih tua dari Majapahit dan sangat mungkin juga lebih tua dari Kerajaan Singosari," jelasnya, Sabtu (7/11/2020). 

Dari pantauan Ismail, saat proses eskavasi memang ditemukan struktur batu bata yang tersusun seperti bangunan purbakala dengan luas 6 x 6 meter persegi. Terlihat jelas bahwa batu bata yang tersusun memiliki panjang, lebar dan ketebalan yang tidak seperti pada umumnya batu bata yang biasa ditemukan. 

Batu bata tersebut, ketika diukur oleh tim BPCB Jawa Timur memiliki panjang 40 sentimeter, dengan lebar 30 sentimeter, serta memiliki ketebalan hingga 11 sentimeter. 

Ismail mengatakan bahwa batu bata zaman dahulu memiliki istilah batu bata kosot yang digosok. Dari penemuan ini, jenis batu bata kosot juga ada, terapi tidak untuk keseluruhannya. 

"Kalau penuh biasanya bata akan aus beberapa mili. Nah, bekas gosokan itu jadi semen otomatis, langsung melekat. Karakter batu bata tersebut bisa menjadi pendukung untuk memprediksi periodesasi bangunan tersebut," terangnya. 

Menurutnya untuk di wilayah Malang Raya sendiri, terdapat beberapa situs yang jenis batu bata semacam yang ditemukan di Langlang, Singosari. "Rata-rata karakter batu bata semacam itu dibuat pada periode abad ke-10 Masehi," sebutnya. 

Hingga sampai saat ini, Ismail maupun tim BPCB Jatim belum bisa memastikan bahwa penemuan situs purbakala tersebut merupakan bangunan candi atau bangunan zaman dahulu lainnya. Karena bukti-bukti pendukung masih belum terlengkapi. 

Ismail menuturkan, bahwa jika candi biasanya terdapat sumuran yang digunakan untuk meletakkan pripih. Yakni sebuah relik dibutuhkan untuk mendirikan bangunan suci dam adat masyarakat Hindu-Buddha. 

Namun, struktur bangunan tersebut juga bisa dikatakan pemukiman masyarakat. Akan tetapi harus ada bukti atau data penguat untuk memastikan struktur bangunan tersebut merupakan pemukiman masyarakat. Contohnya jika ditemukan umpak yang merupakan landasan penyangga tiang bangunan zaman dahulu. 

Sementara itu, di lokasi eskavasi juga hadir langsung Kepala BPCB Trowulan Jatim, Zakaria Kasimin mengatakan bahwa proses eskavasi terhadap penemuan struktur bangunan purbakala tersebut jika telah mengantongi bukti untuk penelitian awal akan dilanjutkan tahun depan. 

Mengapa akan diteruskan untuk proses eskavasi hingga tahun depan, Zakaria mengungkapkan bahwa memerlukan waktu dan penanganan lebih jauh setelah struktur bangunan tersebut telah terlihat secara utuh. 

Demi menjaga kelestarian dan keamanan struktur bangunan tersebut, Zakaria pun melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar serta warga yang berada di sekitar penemuan situs purbakala tersebut untuk bersama-sama menjaga keamanan dari situs purbakala tersebut. 

"Bersyukur masyarakat bersedia memagari (situs purbakala, red) dari bambu sebagai pengaman dan membuatkan atap agar tidak rusak terkena hujan," ujarnya. 

Sebagai informasi, awal mula penemuan batu bata purbakala ini ketika tim Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) melakukan pengukuram di lahan milik Roni pada tahun 2019. Kemudian pemilik lahan melaporkan penemuan tersebut ke pihak yang berwenang, hingga saat ini terus dilakukan proses eskavasi. 

Dengan ditemukannya struktur bangunan batu bata purbakala tersebut, menambah deretan bangunan purbakala lainnya dan menunjukkan wilayah Malang Raya khususnya Kabupaten Malang menyimpan banyak sejarah peradaban yang menjadi ikon dan cerita tersendiri bagi Kabupaten Malang.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Lazuardi Firdaus