Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Mencampuri urusan orang lain yang bukan privasi diri sendiri pada dasarnya sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Itu pula yang sudah diajarkan Rasulullah SAW kepada seluruh umat muslim. Selain akan menimbulkan fitnah, ikut campur dalam urusan orang lain dikatakan akan mengurangi kebahagiaan seseorang.

Ustaz Firanda Andirdja dalam sebuah kajian yang diunggah channel YouTube Lentera Islam menerangkan, Rasulullah SAW telah mengingatkan setiap muslim untuk tidak disibukkan dengan urusan orang lain. Terutama jika permasalahan yang ingin diketahui tidak ada kaitannya dengan dirinya dan tak memberikan manfaat.

Baca Juga : Habib Ali Al-Jufri Beberkan Makna Pembelaan terhadap Islam yang Sesungguhnya

Rasulullah SAW berkata, “Hendaknya engkau sibuk dengan privasimu dan jangan terlalu sibuk dengan urusan orang lain.”

Tidak mencampuri urusan orang lain juga dikatakan sebagai salah satu cara untuk tetap menjaga kebahagiaan setiap muslim. Setiap muslim dianjurkan menyibukkan diri sendiri dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan setiap amalan yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Sibukkan diri dengan privasi sendiri dan yang tidak perlu maka ada baiknya ditinggalkan," terang Ustaz Firanda.

Di era digitalisasi seperti sekarang, Ustaz Firanda menyebut cara untuk tidak terlalu ikut campur urusan orang lain adalah dengan tidak terlalu sibuk dengan media sosial. Kecuali jika memang itu mendatangkan manfaat untuk pekerjaan ataupun urusan yang lain. Namun apabila tak ada manfaatnya, maka ada baiknya untuk dihilangkan saja.

"Maka harus bisa memilah mana yang bermanfaat dan merugikan karena itu adalah kunci kebahagiaan muslim," jelas Ustaz Firanda.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melihat ke dalam rumah seseorang tanpa izin, maka dia halal dicongkel matanya.”

Baca Juga : Dikenal Mudah Bergaul, Gay Tulungagung Kerap Minta Player Elektone Pakai CD Bermerek

Hadis tersebut dimaksudkan memberikan teguran kepada setiap muslim untuk tidak sibuk dengan rasa ingin tahu berlebihan atas kondisi dan urusan orang lain. Sehingga ada baiknya setiap muslim menghormati apa yang dialami oleh setiap orang, tanpa mengurangi sedikit pun privasi masing-masing.

Tidak mencampuri urusan orang lain juga menjadi bagian saling menghormati dan mencintai antar muslimin maupun yang tidak seiman. Apalagi, Rasulullah SAW telah mengajarkan keindahan untuk selalu menghormati dan saling menyayangi antar-sesama.