MALANGTIMES - Tokoh Moderat dan Pakar Aswaja Internasional dan Uni Emirat Arab, Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri menegaskan bahwa pembunuhan yang mengatasnamakan Islam adalah kejahatan besar.

"Seandainya satu nyawa ditumpahkan darahnya dengan mengatasnamakan Islam, maka ini adalah sebuah kejahatan besar," ucapnya saat berkunjung ke Malang.

Habib Ali Al-Jufri mengisi Kuliah Umum & Dialog Interaktif "Meneguhkan Moderatisme (Wasathiyyah) dalam Kehidupan Beragama" di Aula Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) lantai 9, Selasa (3/12/2019).

"Barang siapa melakukan pembunuhan terhadap satu nyawa di muka bumi ini maka dia bagaikan melakukan pembunuhan kepada semua manusia dosanya," timpal ulama kondang keturunan langsung Nabi Muhammad SAW tersebut.

Sesungguhnya, katanya, pada kenyataannya kini tengah terjadi pembunuhan besar-besaran mengatasnamakan Islam. Dan perilaku pelaku pembunuhan yang mengatasnamakan Islam tersebut tidak boleh dibenarkan.

"Di mata saya pendapat ini (membenarkan perilaku zalim umat Islam) nggak bisa dibenarkan. Pembelaan terhadap agama bukan seperti ini caranya," imbuhnya.

Pembelaan terhadap agama, jelasnya, adalah bela saudaramu ketika dia terzalimi ataupun ketika dia berbuat zalim, yakni dengan cara mencegahnya berbuat zalim.

"Cara Rasulullah adalah dengan kamu pegang tangannya, cegah dia dari berbuat kezoliman," ungkapnya.

Apalagi, sambungnya, bahaya yang ditimbulkan oleh perbuatan zalim kaum muslim ini nantinya kembali kepada anak-anaknya. Yang menyebabkan kaum muslimin selanjutnya menjadi 'mental' dari keislaman dan agama. Menjadikan mereka pesimis dan kehilangan kepercayaan kepada keislaman.

Untuk itu ia meminta kepada umat Islam untuk meluaskan wawasan. Tak hanya hidup seperti katak dalam tempurung.

"Sebab 'mental'nya mereka dari agama dan keyakinan tersebut dikarenakan kejahatan yang dilakukan umat Islam dengan mengatasnamakan Islam," tegasnya sekali lagi.

Untuk itu, ia mengajak kepada para ulama untuk terus melakukan upaya pelurusan pemahaman kaum radikal.

"Namun juga kita tidak ragu dan kita tidak malu untuk menyatakan sebuah kenyataan bahwa terorisme yang sekarang ini yang paling banyak merusak di alam dan di dunia dan di planet ini," pungkasnya.