PT LIB Cairkan Subsidi Ketika Kompetisi Bergulir, Arema FC Kelabakan

Nov 06, 2020 19:43
Skuat Arema FC yang melakukan training center awal musim 2020 (official Arema FC)
Skuat Arema FC yang melakukan training center awal musim 2020 (official Arema FC)

MALANGTIMES - Sudah jatuh tertimpa tangga, ya itulah kata yang mungkin bisa diungkapkan oleh tim peserta Liga 1 2020 pasca kembali ditundanya kompetisi kasta tertinggi Tanah Air itu. Karena PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi tidak bisa melanjutkan akibat tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan dalam hal ini Polri.

Kendala sejumlah tim peserta Liga 1 2020 mayoritas sama, yakni permasalahan keuangan, di mana selama kompetisi terhenti sejumlah klub tidak mendapat pemasukan dari segi apapun. Jika biasanya klub mendapat pemasukan dari suporter yang hadir setiap pertandingan, saat ini tidak ada sama sekali. Bahkan penjualan jersey tim juga menurun karena masyarakat menganggap kompetisi masih belum digelar kembali.

AREMA-FC-KELABAKAN-DANA-SUBSIDI-PT-LIB-MOLOR---jatim_14114e44409946e28.png

Baca Juga : Perdana, 2 Pemain Akademi Arema Lolos Seleksi Garuda Select

 

Subsidi jadi solusi dalam kondisi seperti itu. Sayangnya, subsidi anggaran klub peserta Liga 1 2020 sebesar 25 persen baru akan diberikan ketika kompetisi berjalan, yakni Februari tahun 2021 mendatang. 

Hal itu membuat sejumlah klub keberatan, salah satunya Arema FC yang merasa keputusan tersebut membuat tim berjuluk Singo Edan itu kelabakan untuk membayar gaji pemain atau pun memperpanjang kontrak pemain yang rata-rata habis pada bulan November ini.

Media officer Arema FC Sudarmaji, mengatakan, bahwa saat ini klub sangat memahami situasi di mana tidak mudah bagi semua pihak untuk menggelar kompetisi karena pandemi. Namun klub telah membuktikan tetap komitmen menjaga keberlangsungan klubnya dengan harapan kompetisi segera digelar.

“Tentu untuk menjaga keberlangsungannya klub mengalami defisit anggaran yang sangat berat. Apalagi sesuai surat LIB, subsidi klub untuk Oktober 2020 sampai Februari 2021, sebesar 25 persen baru akan dibayarkan pada bulan Februari 2021. Praktis kondisi akan sangat memperburuk klub, sebab rata rata semua tim pada November memperpanjang kontrak pemain dengan harapan kompetisi digelar pada November 2020,” ungkapnya.

"Tapi faktanya ditunda (subsidi, red) sampai Februari tahun depan," imbuhnya.

Baca Juga : Kompetisi Ditunda, Pemain Asing Satu-satunya Persik Akhirnya Pergi Tinggalkan Kediri

 

Lanjut Sudarmaji, klub juga dihadapkan pada situasi sulit, khawatir muncul sengketa baru dengan pemain yang akan menjadi rumit dalam menjaga keberlangsungan hidup klub. Karena itu sebagai langkah win-win solution, subsidi 25 persen untuk bulan Oktober sampai dengan Februari tahun depan agar tetap direalisasikan.

"Sebab praktis klub hampir setahun tanpa pemasukan. Kami sangat berharap, PSSI segera mengeluarkan SK baru terkait relaksasi kewajiban kepada pemain, agar klub terproteksi," pungkasnya.

 

Topik
Arema FCsubsidi klubPT Liga Indonesiaberita olahraga malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru