Kota Batu Kembangkan Pertanian Organik Standar Jepang, Hasilnya Fantastis

Nov 06, 2020 19:21
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menujukkan buah melon usai panen di Furusato Edu Farm di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Jumat (6/11/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menujukkan buah melon usai panen di Furusato Edu Farm di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Jumat (6/11/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pertanian organik memang sudah digalakkan oleh Pemkot Batu beberapa tahun terakhir. Namun di Desa Bumiaji pertanian organiknya dikembangkan dengan standar pertanian organik di negara Jepang. 

Hal tersebut pun membuat Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko tertarik dan penasaran akan pengembangan pertanian organik tersebut hingga ia ditemani oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi tempat tersebut, Jumat (6/11/2020). Namanya adalah Pengembangan Pertanian Organik Furusato Edu Farm di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. 

Pertanian-Organik-Ala-Jepang-di-Kota-Batu_1a8d8ddc12f8fc372.png

Baca Juga : Triwulan Ketiga, Ekonomi Malang Tumbuh Positif Dipicu Kinerja Sektor Perdagangan

 

Dewanti pun berkesempatan untuk memanen buah yang ada di sana. Tanpa ragu ia pun memetik beberapa buah yang sudah matang di sana yakni stroberi California, tomat cerry, dan melon.

Dewanti mengatakan, sistem pertanian organik Furusato yang ada di kebun tersebut, bisa dikembangkan di tempat lainnya yang ada di Kota Batu. Karena dengan sistem pertanian yang dikembangkan di tempat tersebut yakni mengusung industri pertanian ramah lingkungan dapat bersaing dengan produk luar di pasar domestik. “Ke depan agar pengembangan pertanian yang ada di tempat ini (Furusato Edu Farm) akan bisa ditiru dan dikembangkan untuk pertanian kota batu,” kata Dewanti.

Sedang pengelola Furusato Edu Farm, Irwan Ardiyanto menambahkan, yang dikembangkan di Desa Bumiaji ini merupakan proyek pengembangan dan percobaan sistem pertanian dengan pemerintah jepang. Seluruh pertanian dikembangkan sesuai dengan standar dan cara pertanian organik di Negara jepang.

“Saat ini masih dalam tahap proses dan terus dikembangkan, untuk bisa masuk dalam standar dan pasar buah Negara jepang,” terangnya. 

Baca Juga : Gandeng UMKM dan Koperasi, Cara Petani Kota Batu Atasi Kerugian

 

Furusato edu farm yang dikembangkan di Desa Bumiaji ini merupakan hasil kerja sama dengan salah satu lembaga NPO dari Tahara City, Jepang. Di sana kurang lebih lahannya 7.800 meter persegi dikembangkan dan dilakukan uji pertanian organik sesuai standar pertanian di negara jepang. “Uji penanaman organik tiga jenis buah di antaranya stroberi California, tomat cerry dan melon,” tambahnya. 

Terlihat selama pengembangan hasilnya cukup fantastis. Meski dikembangkan dengan sistem organik, namun buah yang dihasilkan memiliki rasa yang cukup enak dengan buah yang cukup besar. 

Topik
Berita Batufurusato farmWali Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru