Lewat 'Kewut Arema', Puskesmas Arjowinangun Ajak Para Nenek Dukung ASI Eksklusif

Nov 05, 2020 10:43
Suasana sosialisasi oleh petugas kesehatan kepada pengunjung di Puskesmas Arjowinangun. (Foto: Istimewa).
Suasana sosialisasi oleh petugas kesehatan kepada pengunjung di Puskesmas Arjowinangun. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Pemberian ASI eksklusif pada bayi dan balita nampaknya masih belum maksimal dijalankan oleh para ibu di Kota Malang. Hal ini menjadi perhatian khusus Puskesmas Arjowinangun yang terus memberikan edukasi dan sosialisasi akan pentingnya ASI kepada masyarakat.

Banyak hal yang menjadi kendala pemberian ASI eksklusif terhadap bayi dan balita, seperti kesibukan para orang tua yang bekerja. Sehingga, sang anak mau tidak mau dititipkan kepada neneknya dengan tanpa persiapan.

Baca Juga : Update Covid-19: Singosari Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Malang

 

“Suami istri kerja, bayinya lahir itu biasanya dititipkan ke neneknya. Ibu saat hamil kita beri penyuluhan, mereka tahu tapi rata-rata tidak bisa memberikan asi eksklusif karena bekerja,” ujar Nutrisionist Puskesmas Arjowinangun, Mahmud Afandi.

"Di rumah, bayi dengan neneknya. Lha neneknya ini biasanya tidak paham pentingnya ASI. Ini yang kita edukasi kepada mereka," lanjutnya.

Dalam hal ini, Puskesmas Arjowinangun membuat program khusus bertajuk 'Kewut Arema' atau Kelompok Warga Usia Tua Aktif Responsif Mendukung ASI. Program ini menyasar para nenek untuk diberikan edukasi pentingnya pemberian ASI eksklusif terhadap bayi.

Ia menilai, peran dari seorang nenek terhadap tumbuh kembang bayi juga amat penting. Sebab, mereka penyambung dari ibu dalam merawat bayi dan balita.

"Makannya kita berikan penyuluhan ASI tidak hanya pada ibu-ibu hamil atau ibu-ibu muda, tapi juga ke nenek-nenek tentang ASI eksklusif. Kami contohkan ke lansia kita kumpulkan dan kita beri nama Kewut Arema," imbuhnya.

Baca Juga : 'Arjuno Nonggo' Cara Puskesmas Arjuno Pantau Protokol Kesehatan Covid-19 di Masyarakat

 

Lebih jauh, dengan rutin diberikan penyuluhan tersebut maka permasalahan kurang maksimalnya tumbuh kembang bayi seperti stunting akan bisa ditekan. Harapannya, para nenek akan memahami dan mengerti untuk bisa juga mengingatkan sang ibu melakukan pumping ASI.

Sehingga, kebutuhan asupan ASI terhadap bayi dan balita tetap bisa berjalan dengan maksimal. 

"Jadi mereka (nenek-nenek) walaupun di rumah awalnya nggak tahu, padahal mereka punya peran yang sangat penting. Ini memang kompleks, jadi tidak hanya ibu saja tapi juga semua lini harus merespons terkait persoalan tumbuh kembang bayi," tandasnya.

Topik
puskesmas kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru