Tampak beberapa perahu masyarakat yang bersandar di tepi dermaga Sendang Biru. (Foto: Ashaq Lupito/MalangTimes) 
Tampak beberapa perahu masyarakat yang bersandar di tepi dermaga Sendang Biru. (Foto: Ashaq Lupito/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Tidak beroperasinya bus Damri yang berangkat dari Terminal Arjosari (Kota Malang) menuju Sendang Biru via Balekambang membuat masyarakat Malang Selatan kecewa. Mereka minta bus Damri itu beroperasi kembali.

Masyarakat di kawasan Balekambang dan Sendang Biru menilai, adanya trayek bus pariwisata dari Arjosari menuju Sendang Biru itu sangat membantu perekonomian masyarakat dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19. 

Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru Saptoyo mengatakan bahwa selama beberapa minggu beroperasi, bus Damri sangat memberikan dampak kepada masyarakat yang sebelumnya menggantungkan hidupnya di kawasan Balekambang dan Sendang Biru. 

"Sangat memberikan dampak, Mas. Contohnya ada masyarakat yang ke Sendang Biru, terus mau menitipkan bawaan oleh-olehnya, itu ada warga di sini memberikan jasa untuk membantu menjaga barang tersebut," ungkapnya Rabu (4/11/2020). 

Saptoyo mengatakan,  beroperasinya bus Damri, selain memberikan peluang kepada masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomiannya kembali, juga akan memberikan rasa aman, nyaman, mudah, dan murah bagi masyarakat yang hendak berwisata menuju kawasan Malang Selatan. 

"Ya itu kan (beroperasinya bus Damri, red) bisa memberikan rasa aman, nyaman, mudah dan murah bagi masyarakat yang mau ke Sendang Biru. Jadi, masyarakat wisatawan dan warga di Balekambang serta Sendang Biru sangat terbantu," ungkapnya. 

Selain itu, adanya bus Damri I ini minimal dapat mengurangi jumlah peredaran kendaraan pribadi yang memenuhi jalanan menuju ke kawasan Sendang Biru via Balekambang, yang terkadang menyebabkan kemacetan di jalanan.  "Kan kalau ada transportasi umum, misalnya dengan berisi  35 orang, minimal dapat mengurangi kemacetan dibandingkan biasanya wisatawan menggunakan kendaraan mobil pribadi yang berisi 5 sampai 7 orang," jelasnya. 

Selain itu, dengan hanya mengeluarkan Rp 50.000 untuk keberangkatan dan pulang kembali ke Kota Malang,  Saptoyo menganggap itu harga yang sangat murah dan nyaman. Apalagi,  wisatawan saat masuk ke dalam bus Damri dapat beristirahat dan menikmati pemandangan tanpa merasa kelelahan seperti saat berkendara menggunakan kendaraan pribadi. 

Bagaimana dengan kabar bahwa diberhentikannya sementara operasional bus Damri disebabkan protes  sopir angkutan umum yang menyatakan mengganggu pendapatan mereka? Saptoyo mengatakan, sepengetahuannya belum ada angkutan umum yang memiliki trayek dari Arjosari menuju Sendang Biru. 

"Selama ini saya masih belum mengetahui, Mas. Tapi yang saya tahu ada transportasi umum di kawasan Malang Selatan yang juga turut membantu mobilitas masyarakat," ujarnya. 

Saptoyo pun berharap agar bus Damri dapat beroperasi kembali. Bahkan,  jika memungkinkan, ada tambahan  unit armada untuk lebih meramaikan kembali kawasan Balekambang dan Sendang Biru serta kawasan pantai selatan Malang lainnya. 

Saptoyo juga berharap agar bus Damri ke depan dapat menjadi transportasi pelayanan publik dan tidak hanya fokus mengangkut wisatawan.  "Soal protes dari sopir angkutan umum, ya negara harus hadir menengahi dan memberikan solusi konkret. Negara dalam hal ini pemda harus menyiapkan solusi bagi para sopir angkutan umum yang merasa dirugikan dengan adanya operasional bus Damri menuju Sendang Biru," ungkapnya.