Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat menyapa masyarakat Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit)
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat menyapa masyarakat Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit)

MALANGTIMES - Kepedulian terhadap dunia kesehatan merupakan komitmen yang diusung oleh pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua, yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) jika keduanya terpilih menjadi pemimpin di Kabupaten Malang. 

Hal itu disampaikan oleh paslon LaDub ketika mengunjungi masyarakat di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, yang di mana sebelumnya paslon LaDub juga berkomitmen menerapkan Universal Health Coverage (UHC) untuk seluruh warga Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Entaskan Pengangguran, Paslon SanDi Siapkan Modal Usaha dengan Bunga Ringan

Calon Bupati Malang Lathifah Shohib, mengatakan, bahwa jika ia terpilih akan menyediakan satu mobil siaga di setiap desa di Kabupaten Malang dengan program "satu desa, satu mobil siaga". 

"Program satu desa, satu mobil siaga, dimaksudkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan bagi warga," ujar perempuan yang pernah menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode ini. 

Selain itu, disampaikan oleh perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri, bahwa penyediaan "satu desa, satu mobil siaga" bertujuan untuk memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang sakit. 

"Atau masyarakat yang membutuhkan kendaraan darurat untuk menuju rumah sakit atau puskesmas terdekat," terangnya. 

Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah- mengatakan, bahwa program "satu desa, satu mobil siaga" memang sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang, utamanya dalam dunia kesehatan. 

"Banyak keluhan warga yang mengaku susah mendapat semacam ambulans atau mobil siaga di desa, padahal kondisi keluarganya yang sakit sudah kritis," ungkapnya. 

Dirinya menambahkan, bahwa terdapat beberapa kasus di Kabupaten Malang, banyaknya ibu yang meninggal sebelum melahirkan karena terlambatnya pertolongan pertama. 

Tak hanya kendaraannya saja, Bu Nyai mengatakan, bahwa nantinya dalam satu mobil siaga juga dilengkapi oleh tenaga medis yang bakal memberikan bantuan secara cepat kepada masyarakat. 

Baca Juga : Pengusaha Keripik Lumba-Lumba dan Keluarga, Kompak Dukung LaDub di Pilkada Malang 2020

"Saya temui ada kasus ibu hamil meninggal karena pendarahan, menunggu ambulans lama sekali tidak kunjung datang. Bahkan keluarganya ada yang tak sanggup membayar ambulans," bebernya. 

Jadi terkait keberadaan mobil siaga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Malang. Salah satunya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi akibat lambatnya pertolongan pertama disebabkan oleh ambulans yang jumlahnya kurang. 

Terlebih lagi dengan luasnya Kabupaten Malang dengan 33 kecamatan, 378 desa dan 12 kelurahan. Pada beberapa titik antar desa maupun rumah masyarakat dengan rumah sakit atau pun puskesmas jaraknya cukup jauh. 

"Maka solusi masalah tersebut tak lain kita harus sediakan mobil siaga di setiap desa yang bisa menjangkau semua titik," imbuhnya. 

Program "satu desa, satu mobil siaga" juga diikuti dengan program dari paslon LaDub yakni program "setiap desa, jalan mulus" atau yang biasa disebut Sade Jamu yang merupakan garansi pasti terkait pembenahan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang, utamanya di pelosok desa. 

"Kita siapkan mobil siaga di setiap desa, tapi juga kita bangun jalannya biar rapi dan mulus. Sehingga masyarakat ke depan bisa benar-benar merasakan outcome dari pembangunan di Kabupaten Malang," pungkasnya.