Selang hawa yang penting diperhatikan pada motor matik. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Selang hawa yang penting diperhatikan pada motor matik. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemilik kendaraan bermotor matik  sudah sering melihat sebuah selang kecil di bagian gardan belakang sepeda motor yang kemudian tersambung ke continuously variable transmission (CVT) bukan? Ya yang awam dengan permesinan kendaraan bermotor mungkin tidak mengetahui apa fungsi selang tersebut.

Namun jangan salah. Selang tersebut bukanlah sekadar selang biasa. Selang tersebut fungsinya cukup vital bagi kesehatan transmisi atau gearbox matik.

Baca Juga : Polres Blitar Tangkap 3 Penadah Motor Curian dari Malang

 

Ahmad Mustafif, teknisi dari Ahass Kartika Sari 2 Jalan Jaksa Agung Suprapto, menjelaskan, selang tersebut tidak diberbolehkan bocor, sobek ataupun sampai tersumbat. Begitu pula yang diungkapkan  Slamet, salah satu montir sebuah bengkel yang sering jadi jujugam warga di kawasan Sawojajar.

Ya fungsi selang ini sebagai selang pernapasan untuk membuang udara panas yang tercipta dari kinerja gear ratio yang beroperasi. Dari gesekan gear ratio tersebut, muncul udara panas yang itu dikeluarkan melalui selang tersebut.

"Posisi selang dialirkan ke box filter CVT agar udara panas mengalir, sehingga tidak ada tekanan di ruang mesin gear ratio dan juga suhu tidak di dalamnya tidak begitu panas," beber Afif, sapaan Ahmad Mustafif.

Tidak diperbolehkannya selang tersebut sobek ataupun terlepas karena dikhawatirkan air bisa masuk ke dalam ruang transmisi gardan. Jika air kemudian masuk ke dalam transmisi, maka akan bercampur dengan pelumas gear ratio dan ahkirnya kinerja dari pelumas tak maksimal.

"Maka gear ratio bisa rusak. Oli tak bisa maksimal dalam melumasi gear ratio, feat ratio akan rusak," terangnya

Karena itu, pengecekan kondisi selang hawa tersebut diperlukan secara berkala untuk menghindari adanya kerusakan tersebut.

Baca Juga : Ibu Tega Cekik Bayi, lalu Dikubur Bersama Sang Pacar

 

Namun bilamana diketahui sebelumnya selang sempat mengalami sobek, diharapkan untuk secepatnya mengecek kondisi oli gardan. Jika kondisi oli telah berubah warna kecokelatan seperti halnya kopi susu, maka oli tersebut harus segera diganti.

"Ya antisipasi lainnya hindari genangan air yang terlalu dalam. Takutnya percikan air masuk kalau pas kondisi selangnya sedikit sobek," ungkap Slamet.

Afif menambahkan, selain komponen selang tersebut, perawatan komponen dari gearbox juga harus rutin melakukan pergantian oli gardan secara berkala. "Jika dalam kondisi normal, maka kilometer 8.000 ribu sudah harus diganti. Nggak tergantung bulan, tapi tergantung pemakaian," pungkas dia