Calon bupati Malang Lathifah Shohib saat menunjukkan salam dua jarinya kepada awak media. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Calon bupati Malang Lathifah Shohib saat menunjukkan salam dua jarinya kepada awak media. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), akan membangun masyarakat Kabupaten Malang dimulai dan berbasis keluarga. 

Layaknya dalam keluarga, terdapat ibu dan ayah yang mengelola dan mengatur jalannya sebuah keluarga. Utamanya seorang ibu yang dapat menjalankan berbagai  tugas. 

Baca Juga : Entaskan Pengangguran, Paslon SanDi Siapkan Modal Usaha dengan Bunga Ringan

Ibu yang melahirkan anak dan mengurus rumah tangga serta menjadi istri yang selalu melayani suami dan sebagainya. Kadang kala seorang ibu harus bekerja juga mencari tambahan nafkah. 

Begitu berat perjuangan seorang ibu, tetapi tidak ada rasa menyerah sedikit pun dari lubuk hatinya karena semua hal itu dilakukan dengan ikhlas. 

Dalam hal ini, satu-satunya calon bupati Malang yang merupakan perempuan hanya Lathifah Shohib. Lathifah merepresentasikan kebangkitan perempuan dalam mengambil peran sebagai penentu kebijakan di Kabupaten Malang dalam lima tahun ke depan. 

Maka dari itu, Lathifah mengatakan perlunya sosok perempuan dan sosok keibuan dalam mengurus serta mengelola tata pemerintahan Kabupaten Malang secara komprehensif. Pasalnya, seorang ibu dalam keluarga sudah terbangun secara alamiah mengurus seluruh hal yang kompleks. 

"Kami akan memulai pembangunan masyarakat yang berbasis keluarga dan mengarah pada ketahanan keluarga. Menurut kami, keluarga adalah entitas masyarakat kecil yang harus dibangun," ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai anggota DPR dua periode ini. 

Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Bisri Syansuri, ini juga mengatakan bahwa pembangunan masyarakat berbasis keluarga akan menjangkau berbagai macam sektor.  "Untuk itu, kebijakan dari semua sektor mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain harus berbasis pada keluarga," ujarnya. 

Bu Nyai, begitu sapaan akrab yang disematkan kepada Lathifah, juga telah memasukkan pelibatan perempuan dalam poin misi dan program unggulan yang akan dibawa untuk memimpin Kabupaten Malang lima tahun mendatang. "Membangkitkan peran perempuan dan pemuda yang mandiri, terampil, profesional, serta memiliki peran aktif dalam pengembangan ekonomi digital," sebutnya. 

Bagi dia, pelibatan perempuan dan pemuda untuk pengembangan ekonomi digital di Kabupaten Malang merupakan salah satu sikap alamiah seorang ibu yang terus memikirkan semuanya agar lebih menyeluruh. 

Upaya untuk merealisasikan salah satu program unggulan tersebut disampaikan Bu Nyai dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi perempuan dan pemuda di usia produktif serta memfasilitasi untuk penyediaan lapangan pekerjaan. 

Juga terdapat empat poin yang tercantum dalam program paslon LaDub. Yakni Barisan Perempuan Penggerak Desa (Baru Pedes). Pertama, peningkatan kemampuan kaum perempuan agar terlibat dalam pembangunan desa sebagai partisipasi aktif. 

Kedua, peningkatan kemampuan kaum perempuan dalam kepemimpinan untuk meningkatkan posisi tawar dalam pengambilan keputusan. Ketiga, peningkatan kemampuan kaum perempuan dalam mengelola usaha skala rumah tangga, usaha kecil, menengah maupun besar.  Serta yang keempat melakukan peningkatan peran dan fungsi organisasi perempuan di tingkat lokal sebagai wadah pemberdayaan perempuan.