Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution (tengah) (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution (tengah) (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Operasi Zebra Semeru 2020, memasuki hari ke-lima di Kota Malang yang dimulai tanggal 26 Oktober 2020 hingga 8 November 2020. Namun pada hari ke-empat dan ke-lima ini, pihak kepolisian dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2020 lebih mengedepankan aksi simpatik dan edukasi.

Jika sebelumnya dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 40 persen preemtif, 40 persen preventif dan 20 persen penengakan hukum, mulai kemarin (29/10/2020), dalam gelaran Operasi Zebra Semeru penegakan hukum jadi pilihan terakhir.

Baca Juga : Terkait Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa Kolpajung, JPU Terancam Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

"Kita tidak mengedepankan penegakan hukum. Penegakan hukum upaya terakhir, kita tekankan upaya preemtif dan preventif secara masif, sehingga harapanya masyarakat bisa sadar akan pelanggarannya," bebernya, Jumat (30/10/2020).

Sementara itu, penegakan hukum sendiri, terakhir kali dilakukan dalam Operasi Zebra Semeru 2020 pada hari ke-tiga. Tidak dikedepankannya penegakan hukum setelah muncul instruksi dari Kapolri mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19, sehingga lebih mengedepankan simpatik dan edukasi.

"Kalau kita mulai kemarin sudah tidak memberikan tilang. Hari ke empat hingga hari ke lima kita tekankan operasi simpatik. Tilang untuk pelanggaran sampai hari ketiga sekitar 323 pelanggar, didominasi roda dua, rambu marka dan tidak memiliki SIM, rata-rata masih dari Kota Malang pelanggarnya," ungkapnya.

Operasi simpatik dan edukasi sendiri, dilakukan petugas dengan cara mengimbau masyarakat agar tertib dan patuh berlalu lintas, kemudian memberikan sosialisasi untuk tetap patuh pada protokol kesehatan maupun memberikan masker kepada mereka yang tak mengenakan masker.

"Kedepannya (hingga berakhirnya Operasi Zebra Semeru), kita akan melakukan operasi simpatik dan edukasi," terangnya.

Namun ditegaskannya, jika petugas menemukan kendaraan yang memang melakukan pelanggaran dan sangat berpotensi untuk menyebabkan insiden kecalakaan, pihaknya tak akan tinggal diam.

Baca Juga : Habib Bahar Duga Kasusnya Ada Rekayasa, Komisi III DPR: Ikuti Saja Proses Hukumnya

"Kita akan berikan penindakan hukum kepada masyarakat tersebut, apabila memang pelanggaran  sangat berpotensi untuk menyebabkan kecelakaan lalu lintas," paparnya.

Sementara itu, dilansir dari beberapa sumber, Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran Korps Lalu Lintas, untuk pelaksanaan Operasi Zebra 2020 lebih mengedepankan langkah edukasi . Polri tidak memberikan target tilang pada operasi saat ini.

"Sebagaimana arahan Pak Kapolri Jenderal Idham Azis, beliau memberikan arahan bahwa Operasi Zebra tahun ini, lebih mengedepankan simpatik dan edukasi. Tidak ada tilang dan target tilang,” ungkap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, (29/10/2020).