Promosi real sultan, dengan iming-iming 150 juta (ist)
Promosi real sultan, dengan iming-iming 150 juta (ist)

MALANGTIMES - Puluhan ribu anggota “Auto Gajian” (AG) atau “Real Sultan” (RS) kini kebingungan. Pasalnya, baik founder maupun managemen telah kabur entah kemana. Puluhan ribu anggota itu ingin menanyakan kelanjutan sistem yang telah berjalan.

AG maupun RS merupakan suatu bentuk money game yang telah dinyatakan ilegal oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bersama puluhan sistem sejenis. Auto Gajian atau Real Sultan menjanjikan keuntungan hingga Rp 150 juta dalam waktu 7 bulan dengan syarat mendaftar dengan membayar sebesar Rp 1,5 juta.

Baca Juga : Mantan Anggota ISIS di Kabupaten Malang Didatangi Ketua BNPT Boy Rafli Amar

Salah satu korban berinisial SS mengatakan, pada 18 September 2020 situs Real Sultan diblokir Kementerian Informasi dan Komunikasi. Namun pihak manajemen selalu berkilah jika ditanyakan terkait hal itu.

“Manajemen tidak jujur, mereka tidak menjelaskan alasan pemblokiran itu,” ungkap SS.

Sistem Real Sultan, yang dulunya Auto Gajian telah macet sejak Juni 2020. Padahal ada ribuan anggota yang belum menerima transferan uang seperti yang dijanjikan.

Manajemen kemudian mengubah nama menjadi Commero. “Sebelumnya mau diganti Go For Vita. Tapi ramai duluan, dibatalkan diganti Commero,” sambung SS.

Commero terkesan menjadi alat cuci tangan menajemen Real Sultan. Pasalnya, ada perubahan nama founder, owner  dan managemen. Nama-nama lama tak lagi ada dalam Commero. Namun para anggota bersikukuh menuntut manajemen Real Sultan, karena mereka tidak mendaftar di Commero.

“Kami tetap menuntut orang-orang lama. Kami akan kejar hak kami di Real Sultan atau Auto Gajian,” tegas SS.

Seluruh anggota akan dipindah dalam sistem Commero. Sistem yang ada di Real Sultan berbeda dengan Commero. Seluruh anggota dijanjikan finish di angka Rp 30 juta, bukan lagi Rp 150 juta. Kondisi ini yang membuat anggota berontak dan merasa ditipu.

“Anjloknya jauh sekali, dari Rp 150 juta menjadi Rp 30 juta. Silver, Gold, Platinum dan Diamond difinish-kan sama,” keluh SS.

Baca Juga : Innalilahi, Nenek Pengasuh Cucu Autis Meninggal setelah Didatangi Tim Ngedum Ojir

Untuk meyakinkan anggota baru, founder Real Sultan selalu mengaku punya hotel, obyek wisata dan kantor 3 lantai. Karena itu, jika benar aset itu ada, seharusnya dijual untuk menutup tanggungan pada anggota. Karena dalam setiap transaksi perekrutan, baik founder maupun owner kecipratan uang pendaftaran.

SS mengungkapkan, setiap uang pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta dari anggota baru, perekrut atau leader mendapat bagian Rp 500 ribu. Sisanya, Rp 200 ribu masuk ke manajemen sebagai uang tiket dan Rp 800 ribu ditransfer ke anggota lain.

Belakangan diketahui, mereka yang sudah finish Rp 150 juta adalah para kaki tangan founder. “Mereka punya banyak akun, sekarang kaya raya semua. Rata-rata mobilnya Pajero,” tutur SS.

Selain itu, manajemen Real Sultan juga diduga melakukan pencucian uang lewat PT dan koperasi di Jawa Tengah. Dengan demikian, uang dari hasil menjalankan skema ponzi ini tidak ketahuan, dan seolah hasil usaha dari PT dan koperasi tersebut.