Jalan Munirpad di Den Haag, Belanda. (Foto:  EGINDO.co)
Jalan Munirpad di Den Haag, Belanda. (Foto: EGINDO.co)

MALANGTIMES - Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia jika terdapat nama-nama tokohnya yang dijadikan nama jalan di luar negeri.  

Ternyata ada banyak tokoh asal Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri.  Para tokoh tersebut tentunya merupakan sosok yang dikagumi oleh rakyat Indonesia.  

Baca Juga : Kangen Engklek hingga Bangkiyak Raksasa, Bisa Datang ke Kampung Dolanan Kota Malang

Lantas siapa saja nama tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri? Berikut rangkumannya:

1. Munir

Siapa yang tahu tentang sosok Munir Said Thalib. Munir merupakan tokoh pejuang hak asasi manusia (HAM) yang cukup dikagumi oleh rakyat Indonesia.  Ia mengusut kasus orang-orang hilang  saat reformasi Indonesia.  

Sayangnya Munir meninggal pada 7 September 2004 silam.  Ia diduga dibunuh dalam penerbangan menuju Amsterdam, Belanda.

Untuk mengenang jasanya, Belanda lantas mengabadikan nama Munir sebagai nama jalan di Den Haag.

Nama jalan tersebut yakni'Munirpad, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens' atau Jalan Munir, advokat pejuang HAM Indonesia.

2. Soekarno

Menjadi presiden pertama RI, tak dipungkiri sosok Soekarno terkenal hingga dunia internasional.Soekarno sendiri merupakan penggagas kemerdekaan utuh di negara-negara Asia dan Afrika.  

Ia juga yang pertama menggagas Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Berkat jasanya, Maroko menjadikan nama Ir Soekarno nama jalan di Kota Rabat.  Jalan bernama Rue Soekarno diresmikan pada 2 Mei 1960.

Selain Maroko, Mesir juga menggunakan nama Soekarno sebagai nama jalan.  Ahmed Soekarno St dijadikan nama jalan di Kit Kat Agouza Geiza, dekat dengan pusat kota dan pusat kebudayaan di Tahrir Square, Kairo.

3. Mohammad Hatta

Nama Mohammad Hatta atau Bung Hatta dijadikan nama jalan di Belanda. Jalan tersebut bernama Mohhamed Hattastraat yang diresmikan pada 1987 sebagai bentuk penghormatan dalam memerdekan Indonesia.

Diketahui Bung Hatta juga pernah mengenyam pendidikan di Belanda saat era kolonialisme. Selama belajar di Belanda, Hatta aktif dalam perkumpulan pelajar Indonesia bernama Indische Vereeniging (IV).  

Bersama teman-temannya seperti Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo, Hatta lantas menjadi pelopor pergerakan kemerdekaan Indonesia.

4. RA Kartini

Baca Juga : Di Negara Eropa Ini, Alamat Jalannya Gunakan Nama Kota di Indonesia

Raden Ajeng (RA) Kartini diabadikan namanya di Belanda sebagai nama jalan. Perempuan penulis buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang' tersebut harum namanya hingga ke Negara Kincir Angin.

Atas jasanya tersebut, pemerintah Belanda lantas memberikan apresiasi dengan mengabadikan pahlawan yang memperjuangkan hak dan kesetaraan perempuan itu menjadi nama jalan di empat kota di Belanda.

Marka jalan bertuliskan R A Kartinistraat  terletak di kawasan Amsterdam Zuidoost atau yang dikenal dengan sebutan Bijlmer.  Nama RA Kartini juga dijadikan jalan di Harlem, Utrech, dan Kota Venlo.

5. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahriri merupakan tokoh perintis kemerdekaan, seorang intelektual, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di tiga tempat berbeda di Belanda.

Ia merupakan perdana menteri pertama Indonesia yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada April 1966.  

Nama jalan yaitu Sjahrirstraat di Kota Leiden, Sjahrirsingel di Kota Gouda, dan Sutan Sjahrirstraat di Harlem. Lokasinya tidak jauh dari Kartinistraat dan Hattastraat.

6. Pattimura

Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan Patimurra dijadikan nama jalan di Wierden, Belanda. Penamaan ini diusulkan oleh Komunitas Maluku yang sudah puluhan tahun menetap di Wierden.

Nama jalan Pattimurastraat diresmikan sebagai cabang dari jalan Jan Jansweg pada 2011.  

7. Jokowi

Yang terbaru yakni nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo  (Jokowi) menambah deretan nama tokoh Indonesia yang diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri. Joko Widodo Street dijadikan nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 19 November 2020.

Penamaan Joko Widodo itu disebut sebagai refleksi hubungan erat Indonesia dengan UEA dan sebagai bentuk penghormatan Pemerintah UEA kepada Jokowi dalam memajukan hubungan bilateral kedua negara.