Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. (Foto: Kompas.com)
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman memberikan tanggapan terkait liputan Najwa Shihab bersama tim Narasi TV.  

Liputan tersebut berisi tentang diungkapnya sosok pelaku pembakaran halte Sarinah saat demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja  pada 8 Oktober 2020.

Baca Juga : Beredar Video Ucapan "Selamat Jalan Habib Rizieq", Benarkah Pulang ke Indonesia?

Mengetahui video tersebut, sontak Fadjroel memberikan saran yang cukup tegas.  Ia meminta agar Najwa menemui Menko Polhukam Mahfud MD terkait peristiwa tersebut.

"Pertama, apabila memang ada bukti-bukti yang ditemukan oleh timnya Nana dari Mata Najwa, kemudian yang ditemukan oleh Asfina, Bayu, atau siapa pun, bisa merujuk pada Menko Polhukam Mahfud MD," katanya.

Fadjroel menegaskan Mahfud MD berkomitmen untuk menghukum para pelanggar. Oleh sebab itu, Fadjroel meminta agar semua pihak yang memiliki bukti bisa melapor kepada kepolisian.  

"Tolong semua bukti-bukti itu disampaikan kepada kepolisian atau dimintakan pertemuan dengan Pak Menko Polhukam," ujarnya.

Pernyataan Fadjroel itu pun langsung ditanggapi oleh Najwa Shihab.  Najwa mengatakan pihaknya sudah menyampaikan bukti-bukti itu ke pihak kepolisian.  

"Bang Fadjroel, untuk klarifikasi saja, tim Mata Najwa sudah menyampaikan temuan kami ke polisi," ucap Najwa.  

Baca Juga : Tuai Kritik Keras dari Beberapa Pihak, Mahfud MD Tegaskan UU Cipta Kerja Jalan Terus

Najwa juga menjelaskan apa yang disampaikan kepolisian setelah timnya memberikan bukti-bukti tersebut. "Dan polisi mengatakan masih diburu dan sulit untuk memburunya. Masih mengumpulkan bukti-bukti untuk memburu. Tapi yang jelas, semua bukti yang berhasil kami kumpulkan akan kami serahkan ke polisi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Najwa mengatakan pihaknya menunggu hasil tindak lanjut dari polisi terkait kasus ini. "Kami akan tunggu apakah memang ada tindak lanjut dari polisi. Jadi, bagian itu harus saya clear kan. Bukan hanya kami tayangkan ke TV, tapi kami juga minta klarifikasi ke polisi," cetusnya.