Kondisi atap pada lokasi lesehan pujasera Sriwijaya yang ambruk (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kondisi atap pada lokasi lesehan pujasera Sriwijaya yang ambruk (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengunjung Pujasera Sriwijaya, sore tadi, sekitar pukul 14.00 WIB, sempat dibuat heboh gegara atap. Ya pantas saja, ketika para pengunjung tengah asik menikmati kuliner di pujasera tersebut, tiba-tiba atap tambahan pada tempat pengunjung lesehan tiba-tiba saja ambruk sepanjang kurang lebih 25 meter. Tak pelak, para pengunjung yang berada di bawahnya sampai melompat lantaran kaget saat atap ambruk.

Tumiran (50) salah satu pedagang di Pujasera Sriwijaya menuturkan, jika ambruknya atap pujasera sisi selatan itu terjadi usai hujan yang menguyur deras. Tak lama usai hujan mengguyur, atap pada tempat lesehan ambruk namun masih dalam posisi menggantung.

Baca Juga : Nunggu Aksi Demo, Personel Pasukan Gabungan Menikmati Tahu Petis

"Memang tadi ada enam pengunjung, makan tempat lesehan. Setelah beres, karena posisi hujan, sebagian pindah tempat. Nah pas itu atap langsung runtuh, bahkan ada pengunjung yang begitu kaget langsung melompat. Sebelum ambruk ya ada suara korek gitu," ungkapnya beberapa menit lalu saaat ditemui media ini.

Mengenai penyebab ambruknya atap tersebut, ia menduga lantaran tak mampu menahan beban di atasnya. Pasalnya, diatas atap tersebut banyak guguran daun yang menumpuk dalam kurun waktu yang cukup lama.

Beban semakin berat, ketika air hujan mengguyur dan membasahi daun yang menumpuk di atas atap. Hal itu diperparah lagi dengan talang air pada atap yang juga tersumbat oleh tumpukan daun, sehingga air tak bisa mengalir.

"Ya dugaan memang karena beban berat, daun diatas menumpuk, ditambah lagi hujan deras, talang juga buntu. Akhirnya lama-lama ambruk karena tidak kuat menahan beban," bebernya.

Ditambahkan Tumiran, jika atap tersebut merupakan atap tambahan yang dibangun dari Corporate Social Responbility (CSR) dari sebuah perusahaan kopi. Atap tersebut dijelaskan dibangun sekitar tahun 2019 lalu.

"Usainya ya sekitar satu tahunan. Memang dibangun dari CSR, kalau yang sebelahnya dibangun Pemkot Malang," paparnya.

Baca Juga : Tolak Relokasi dan DED, ‘Swarane Wong Pasar’ Tertempel di Pasar Batu

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Wahyu Setianto melalui Kabid Perdagangan, Sapto Wibowo, membenarkan, jika sebagian atap pada lokasi lesehan pujasera ambruk sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun pasca kejadian tersebut, tim dari Diskopindag Kota Malang telah melakukan survei ke lokasi. Pihak Diskopindag nantinya akan segera melakukan perbaikan terhadap atap yang ambruk tersebut.  

"Rencananya, besok (29/10/2020), perbaikan akan segera dilakukan petugas, mas. Untuk penyebab ambruk, karena banyak sampah daun yang menumpuk hingga lima centimeter. Kalau untuk adanya korosi pada rangka atap, tidak ada," pungkasnya.