Aremania ketika memenuhi Stadion Kanjuruhan untuk mendukung Arema FC berlaga. (Hendra Saputra)
Aremania ketika memenuhi Stadion Kanjuruhan untuk mendukung Arema FC berlaga. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Di saat banyak demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Aremania berharap kompetisi sepak bola nasional bisa kembali digelar meski tidak ada penonton yang boleh masuk stadion. Hal itu setidaknya untuk hiburan masyarakat di rumah sehingga tidak hanya fokus dan ingat terus terhadap demo yang berakibat kerusuhan.

Saat ini sepak bola nasional belum ditentukan nasibnya kapan akan digelar. Sebelumnya muncul kabar bahwa kompetisi sepak bola tertinggi tanah air akan digelar Oktober, lalu ditunda. Saat ini, kembali muncul wacana bahwa lanjutan Liga 1 2020 akan diselenggarakan pada bulan November 2020.

Baca Juga : Setelah Latih Tanding, Arema FC Mantap hanya Gunakan Dua Pemain Asing

Aremania Korwil Klayatan Achmad Ghozali mengatakan bahwa sejak pandemi covid-19 merebak, sejumlah UMKM yang menjual jersey atau pernak-pernik sepak bola bisa dikatakan mati suri. Bagimana tidak. Karena sejak kompetisi sepak bola resmi dihentikan, UMKM tersebut tidak tahu akan menjual ke siapa jika tidak ada pertandingan berlangsung.

"Saat ini, selama masa pandemi, banyak masyarakat (UMKM) yang gulung tikar. Untuk itu, pertandingan sepakbola sangat dinantikan, agar (masyarakat) terhibur. Apalagi saat ini, di mana-mana banyak demonstrasi. Butuh suasana yang adem, ya pertandingan sepak bola ini salah satunya,” ungkap Ghozali.

Jika kompetisi dilanjutkan, Ghozali juga berharap stakeholder terkait juga berkoordinasi tentang teknis di lapangan. Sebab, dilanjutkannya kompetisi di masa pandemi tentunya akan ada perubahan sistem sehingga tidak seperti yang biasa dilakukan.

"Kami meminta pihak PSSI, agar sepak bola harus memberikan edukasi kepada suporter ketika pertandingan jadi berlangsung. Alangkah lebih baik jika pihak kepolisian, gugus tugas covid-19 dan PSSI duduk bersama untuk memberi solusi," pungkasnya.