Antisipasi Masalah Pilkada, Polres Malang Dapat Tambahan 300 Personel

Oct 23, 2020 18:20
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media usai acara peringatan Hari Santri Nasional, Jumat (23/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media usai acara peringatan Hari Santri Nasional, Jumat (23/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Polres Malang mendapatkan tambahan personel dari beberapa satuan kepolisian. Hal itu dalam rangka mengantisipasi segala permasalahan yang nantinya bakal muncul pada proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan ada 300 personel yang menambah kekuatan Polres Malang dalam mengantisipasi masalah dalam pilkada.  "Rinciannya, 100 personel dari Polda Jatim, 125 personel dari Polresta Malang Kota, dan 75 personel dari Polres Lumajang," ungkapnya. 

Selain dari ketiga satuan tersebut, juga terdapat tambahan pasukan satu kompi dari Sat Brimob Polda Jawa Timur. "Termasuk di dalamnya juga ada satu regu jihandak (penjinak bahan peledak, red) sebagai bentuk antisipasi adanya aksi-aksi terorisme dalam tahapan pilkada ini," ucapnya. 

Selain penambahan personel, Polres Malang juga melakukan pemetaan pada titik-titik rawan di tiap TPS (tempat pemungutan suara) di seluruh wilayah Kabupaten Malang.   

Hendri mengatakan bahwa hingga sampai saat ini, yang terdata dalam catatan Polres Malang, ada enam titik TPS yang termasuk dalam titik rawan di Kabupaten Malang.  "Beberapa di Tirtoyudo dan di Ampelgading seperti di Desa Licin. Itu karena kondisi geografisnya yang mungkin susah dijangkau," ujarnya. 

Sementara itu, dalam pelaksanaannya, Hendri mengungkapkan bahwa akan ada penambahan personel keamanan di titik rawan TPS yang ada di Kabupaten Malang. Hal itu ditentukan tidak sembarangan, akan tetapi berdasarkan hasil survei dan kantong-kantong suara yang ada. 

"Nanti kan juga ada TPS yang perolehan suara antar-paslon mengalami perbedaan yang tipis. Yang itu berpotensi meningkatkan eskalasi suhu semakin memanas antar pendukung paslon," ujarnya. 

Titik-titik TPS yang seperti itu akan menjadi perhatian dan fokus utama. Hal itu dilakukan jajaran aparat pengamanan untuk menghalau permasalahan dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 agar tidak meluas. 

Dalam prosesnya, dari ketiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang yang bakal bertarung dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020, dimungkinkan akan muncul pemantik-pemantik masalah. Persoalan itu bisa menjadi semakin besar karena kerap kali pendukung paslon  fanatik.

Topik
Polres MalangPilkada Kabupaten MalangKapolres MalangSat Brimob Polda

Berita Lainnya

Berita

Terbaru