Pemilik Dona Doni Rattan Galery, Misriwati Agustina saat menunjukkan produk hiasan rotan gantung. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pemilik Dona Doni Rattan Galery, Misriwati Agustina saat menunjukkan produk hiasan rotan gantung. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 menyebabkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut terdampak. Bahkan, ada pula yang harus gulung tikar karena hasil produk yang dijual tidak bisa menghasilkan pendapatan.

Meski begitu, lain halnya dengan usaha yang digeluti Misriwati Agustina di Kota Malang. Pemilik Dona Doni Rattan Galery ini mengaku tetap bertahan dengan berbagai hasil produk yang dibuat dari bahan baku rotan sintetis.

Baca Juga : Kopi Rasa Ketela Olahan Petani Batu, Tak Perlu Ketela

Salah satu kiatnya, wanita yang akrab di sapa Dona ini menyampaikan dengan terus menggencarkan pemasaran berbasis digitalisasi di semua media sosial. Seperti Instagram dan Facebook, yang dinilai cukup efektif menggaet customer.

"Selama pandemi ini saya melewati usaha lebih ke pemasarannya lewat online ya, dari Facebook maupun Instagram," ungkapnya.

Meski demikian, dia mengaku omzet dari jualan produk berbagai hiasan rotan itu sempat menurun di awal pandemi Covid-19, Maret 2020 lalu. Namun, menurutnya tidak begitu signifikan atau sekitar 10 persen saja.

"Berkurangnya 10 persen ya, tidak begitu berdampak. Karena yang tempat parsel-parsel atau toko-toko sempat nggak jalan, tapi online online tetap jalan. Sekarang sudah mulai normal kembali," imbuhnya.

Bahkan, ia menilai pandemi Covid-19 peminat dari hiasan rotan cukup tinggi. Hal itu dirasa, karena para ibu-ibu yang di rumah saja banyak memanfaatkan waktu untuk menghias rumahnya.

Hal inilah yang kemudian menjadikan dirinya membuat inovasi lebih menarik agar banyak menggaet konsumen. Seperti, rak bunga, pot bunga, peralatan dapur, hingga bunga hias yang saat ini diganderungi customernya.

"Kita bikin produk baru, sesuai dengan minat di masa pandemi. Karena pembeli ini seperti ibu-ibu kan suka di rumah, mereka suka menghias rumahnya, jadi kita mendesain barang atau produk kayak rak bunga, rak dapur untuk hiasan dapurnya, peralatan dapur dan tanaman hias. Dan harus rajin-rajin promosi online," jelasnya.

Menggeluti usaha sejak tahun 1998, Dona mengaku telah menghasilkan 150 model hiasan dari rotan di luar custom dari pembeli. Di antaranya, payung berbagai model, tempat koran, tempat buah, perlengkapan dapur, rak bunga, hingga lampu pojok berkarakter binatang.

Baca Juga : Omzet Tergerus, Ketua Dekopin Sri Untari Minta Pemerintah Bantu Koperasi

"By custom ada, model kita sendiri ada. Karena kita sudah menyediakan sekitar 150-an model dengan berbagai motif anyaman," terangnya.

Saat ini ia juga memperkerjakan belasan karyawan untuk membantu pembuatan produk di kawasan Jalan Bulutangkis RT 05 RW 02, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru-Kota Malang.

Di masa pandemi, ia yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Romantis (Rotan Malang Sintetis) ini mengatakan turut serta membantu para pelaku UMKM terdampak. Yakni, dengan memberikan kesempatan mereka dalam memasarkan produk yang dibuatnya.

"Seperti teman-teman lain yang usaha makan minuman itu kan UKM-nya berhenti, jadi saling membantu. Akhirnya dapat terbantu dari pemasaran ini," paparnya.

Untuk range harga dari hasil produknya, ia mematok di angka paling murah sebesar Rp 15 ribu. Seperti jenis pot meja atau pot gantung. Sedangkan yang paling mahal saat ini di kisaran Rp 4,5 juta yang model furniture. "Paling mahal model furniture, meja kursi ayunan itu. Tergantung pesanan juga," tandasnya.