Calon bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui awak media di Kantor DPD II Golkar Kabupaten Malang, Rabu (21/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Calon bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui awak media di Kantor DPD II Golkar Kabupaten Malang, Rabu (21/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Enam hari yang lalu, tepatnya Sabtu (17/10/2020), beredar kabar bahwa nomor handphone (HP) pribadi calon bupati Malang HM. Sanusi dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan yang tidak pantas. 

Terkait kasus tersebut, Sanusi pun mengungkapkan, soal nomor handphone pribadinya, yakni 081230777xxx, sudah dilakukan konfirmasi langsung ke provider Telkomsel. Sanusi mengatakan bahwa nomor HP tersebut bukan diretas. 

"Sebenarnya HP saya bukan diretas. Tapi itu sama dengan SMS promosi seperti KFC. Cuma title-nya diganti nomor HP saya. Jadi, terkesan bahwa yang ngirim berita itu HP saya," ungkapnya ketika ditemui awak media di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang, Rabu (21/10/2020). 

Sanusi pun memberikan penjelasan terkait nomor HP-nya yang sebelumnya dikira diretas oleh oknum tak bertanggung jawab demi menjatuhkan citra Sanusi.  "Setelah saya lacak ke Telkomsel, seperti itu. Bukan peretasan. Kalau peretasan, di Telkomsel langsung bisa terdeteksi," ujarnya. 

Pria asli Gondanglegi ini hingga sekarang masih belum mendapatkan siapa pelaku pencatutan nomor HP pribadinya untuk mengirimkan pesan tak pantas. Dirinya pun tidak mencurigai pelaku berasa dari kerabat atau teman dekat. 

"Dari laporan orang yang terkirim berita  nggak seronok itu, itu antara Karangploso, Singosari. Jadi kan seperti SMS blazer promosi yang lain. Setiap radius mereka lewat di situ, langsung masuk itu," jelasnya. 

Untuk menangani permasalahan ini, Sanusi bersama tim sudah melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian guna melakukan penyelidikan siapa oknum di balik pencatutan nomor HP Sanusi tersebut.  "Sementara sudah dikomunikasikan dengan kepolisian. Sudah lapor ke intel. Tapi secara tertulis belum karena kesibukan saya. Datang ke sana (Polres Malang, red) belum sempat," ungkapnya. 

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menambahkan, kasus pencatutan nomor HP itu tidak mengganggu ritme kampanye yang dilakukan olehnya bersama tim pemenangan Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).  "Malah banyak yang konfirmasi, karena bahasanya dan dia sudah tahu nomor saya, mereka akhirnya minta maaf dan mendukung. Mereka menyatakan Abah (Sanusi) didholimi oleh orang yang tak bertanggung jawab," terangnya. 

Sebagai informasi, pesan yang tersebar dengan mencatut nomor HP pribadi Sanusi menggunakann kata-kata kasar yang tak pantas untuk menagih utang.  Informasi ini diketahui ketika diinformasikan oleh akun instagram abahsanusi.n1 pada Sabtu (17/10/2020) pukul 09.56 WIB yang diberi caption bahwa masyarakat agar tidak menanggapi dan diharap mengabaikan pesan tersebut. 

Sanusi pun dalam caption-nya malah mendoakan oknum tak bertanggung jawab tersebut agar terbuka hatinya untuk melakukan hal-hal yang baik.