Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang, Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi bersama keluarganya. (Foto: istimewa)
Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang, Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi bersama keluarganya. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Dalam lingkungan pekerjaan yang kebanyakan pria, sosok Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi berdiri setara dengan tangguh. Bagaikan Srikandi, ia berusaha menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dengan baik dan terampil.

Sudah 3 tahun lamanya Ilfi menjadi Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang). Bersamanya, telah banyak prestasi signifikan yang diraih oleh kampus. Salah satunya, UIN Malang menjadi kampus nomor 1 tingkat PTKIN versi uniRank.

Baca Juga : Selamat Ulang Tahun Prof Haris, Semangatmu Teruslah Membara

Dengan rendah hati ia menyampaikan bahwa prestasi menurutnya adalah menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. "Kepemimpinan adalah sebuah amanah jadi harus dijalankan dengan baik. Prestasi yang kita torehkan yaitu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab," ucapnya kepada MalangTIMES, Rabu (21/10/2020).

Jiwa kepemimpinan Ilfi tentu tak muncul begitu saja, melainkan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ia peroleh. Sebelum menjadi wakil rektor, Ilfi sempat dua kali menjadi wakil dekan bidang akademik. Selain itu, ia juga sempat menjadi ketua Pusat Studi Gender. Hingga saat ini pun, dirinya tak henti untuk belajar dan belajar.

"Kepemimpinan itu harus sambil belajar juga dari pengalaman karena tidak ada di buku. Yang kita hadapi, yang kita rasakan, yang kita temui itu nggak ada sekolahnya, tapi sekolahnya itu ya pengalaman itu. Karena itu mulai dari awal menjadi ketua Pusat Studi Gender, wakil dekan, wakil rektor itu tahapan pengalaman yang sangat berharga. Dari pengalaman itulah kita belajar," paparnya.

Berdiri di antara jajaran pimpinan lelaki di UIN Malang bukan merupakan hal yang berat bagi Ilfi. Kata dia, tidak ada dikotomi laki-laki dan perempuan di kampus berlogo Ulul Albab itu. Siapa saja punya kesempatan. "Saya sebagai seorang perempuan intinya bertanggung jawab, menjiwai, menghayati, mengabdi, melayani. Itu prinsip saya," tegasnya.

Tentu tak mudah memimpin dalam kondisi pandemi ini. Namun, seperti Srikandi, Ilfi tak gentar menghadapi setiap tantangan. Ia pun menyadari dirinya hanyalah manusia yang tak sempurna. Namun demikian ia tetap berusaha lakukan yang terbaik.

"Kita harus punya sikap, kalau jatuh itu segera bangkit kemudian segera bergerak dengan cepat dan tepat. Kita harus mencari celah dan jalan yang terbaik," tutur perempuan berlesung pipi tersebut.

Baca Juga : Lestarikan Tradisi, Wali Kota Rutin Berkurban di Masjid An-Nur Batu

Selain menjadi pemimpin di lingkungan pekerjaan, Ilfi juga berperan sebagai seorang istri, ibu, sekaligus pemimpin bagi tiga orang anaknya. Ilfi menjalani berbagai perannya itu sesuai dengan porsi masing-masing.

"Intinya di rumah pun sebagai seorang perempuan juga pemimpin, pemimpin bagi anak-anaknya. Jadi kalau kita nggak baik anak-anak kita juga akan meniru. Jadi kita punya tanggung jawab itu. Dengan suami itu punya peran yang sama, sama-sama sebagai pemimpin," tuturnya.

Ilfi pun beruntung mempunyai suami yang selalu mendukungnya. Hal ini tentu tak lepas dari dirinya yang mampu menjalankan semua peran dengan baik dan seimbang. Sesuai dengan ajaran agama Islam, Ilfi akan terus berusaha memberi manfaat bagi orang lain. "Saya merasa itu peran ganda, bukan beban," imbuhnya.

Itulah Ilfi, sang Srikandi UIN Maliki yang hari ini berusia 47 tahun. Di hari ulang tahunnya ini, harapannya sederhana, yakni dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. "Harapannya ke depan bisa memperbaiki yang hari ini masih kurang baik. Semoga bisa menjalankan amanah sebaik-baiknya," pungkasnya.