Norovirus (Foto:  The Schmidt Firm)
Norovirus (Foto: The Schmidt Firm)

MALANGTIMES - Belum usai virus covid-19, kini kemunculan norovirus membuat geger publik. Norovirus saat ini bahkan tengah mewabah di China.

Beberapa waktu lalu, dikabarkan lebih dari 70 mahasiswa di universitas daerah Taiyuan, China, mengidap morovirus. Mereka yang mengidap norovirus mengalami diare dan muntah-muntah.  

Baca Juga : Waspada! Kemasan Makanan Cepat Saji Ditemukan Bisa Picu Penyakit, Berikut Penjelasannya

 

Namun, bukan hanya di China. Virus ini nyatanya juga ditemukan di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Juniastuti dan kolega yang dipublikasikan di Journal of Medical Virology pada Mei lalu melaporkan 15,4 persen dari 91 sampel di rumah sakit di Kota Jambi mengandung norovirus.

Lantas apa sebenarnya norovirus itu?  Norovirus merupakan penyebab utama dari gastroenteritis atau infeksi usus akut yang menimbulkan gejala berupa diare dan muntah di seluruh dunia.

Virus ini ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi sehingga sering disebut keracunan makanan.

Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD(K), dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia, yang juga spesialis penyakit dalam menjelaskan, norovirus ini bukanlah virus baru.  "Beda dengan virus SARS-Cov-2, norovirus ini ditularkan melalui makanan atau istilah yang digunakan food borne. Kejadian luar biasa bisa terjadi jika adanya makanan yang tercemar oleh virus ini," ungkapnya.

Sementara untuk gejala penderita norovirus ini, mereka akan mengalami demam, nyeri perut, diare, mual dan muntah.  Gejala itu akan muncul setelah 24 jam mengonsumsi makanan yang tercemar.  

Baca Juga : Penting! Skincare Kandungan AHA 30% Ini Berbahaya untuk Kulit

 

Agar terhindar dari virus ini, sebaiknya masyarakat harus menjaga kualitas makanan, baik di restoran atau di kantin dan rumah.  Lalu rajin untuk mencuci tangan dengan sabun.  

Pengobatan norovirus ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk mengatasi gejala dehidrasi hingga diare, mengganti makanan yang lebih mudah dicerna seperti bubur, serta menghindari makanan pedas dan berlemak.