Pemkot Batu bersama ormas saat mengucapkan deklarasi bersama di taman Balai Kota Among Tani, Jumat (16/10/2020). (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Pemkot Batu bersama ormas saat mengucapkan deklarasi bersama di taman Balai Kota Among Tani, Jumat (16/10/2020). (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sedikitnya ada 35 perwakilan Organisasi Masyarakat di Kota Batu melakukan deklarasi bersama Pemkot Batu di taman Balai Kota Among Tani, Jumat (16/10/2020). Deklarasi yang dilakukan itu adalah kesepakatan bersama menolak segala kegiatan anarkis di Kota Batu.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti adanya demo anarkis di beberapa daerah kabupaten/kota di Indonesia lantaran disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Saat di taman Balai Kota Among Tani itu mereka bersama-sama membacakan deklarasi yang diucapkan dengan lantang.

Baca Juga : Jadi Trending Topik, Benarkah Ada Penjarahan di Thamrin City? Ini Faktanya

Yang berisikan ‘Kami tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Kota Batu dengan ini menyatakan sikap: Menolak dan akan melawan segala bentuk aksi anarkisme, setiap kegiatan unjuk rasa.

‘Kami warga Kota Batu menolak paham radikalisme, rasisme, komunisme, dan intoleransi. Kami menginginkan Kota Batu, aman dan tentram serta sepakat untuk tidak terpengaruh isu sara dan hoaks yang bertujuan memecah belah elemen bangsa’.

‘Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan tugas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Batu dan Jawa Timur'. Mereka yang datang itu berseragam sesuai dengan atribut ormas masing-masing, namun kompak dan lantang saat membacakan deklarasi.

Sambil membawa banner bertuliskan ‘Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, ormas, dan seluruh elemen masyarakat Kota Batu “Menolak Aksi Anarkisme” di wilayah Kota Batu dan Jawa Timur’.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batu mengatakan, digelarnya deklarasi tersebut agar tercipta Kota Batu yang aman dan kondusif. “Mengingat dengan diundangkannya UU Cipta Kerja di mana kita melihat sendiri di kabupaten/kota seluruh Indonesia terjadi ricuh seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga : 30 Ormas Gelar Aksi Damai, Kecam Aksi Anarkis Demonstrasi 8 Oktober 2020

“Sehingga kami Pemkot Batu bersama elemen masyarakat, tokoh agama dan organisasi masyarakat ingin Kota Batu adem ayem aman dan kondusif, mengingat di Kota Batu tidak ada perguruan tinggi dan pabrik, tidak terpengaruh kabar hoaks beredar di masyarakat,” tambah mantan Humas Pemkot Batu ini.

Dengan deklarasi itu diharapkan supaya tidak ada aksi demo hingga aksi anarkis dan sebagainya ke depan. Supaya Kota Batu tercipta suasana yang kondusif.