Ilustrasi pencurian motor (TribunnewsPalembang)
Ilustrasi pencurian motor (TribunnewsPalembang)

MALANGTIMES - Pelaku curanmor nampaknya kian membuat resah, khusus untuk mereka yang memiliki motor mewah. Dalam sepekan terakhir, di Kota Malang setidaknya dua motor seharga puluhan juta diembat maling.

Motor gede Yamaha MT 5 milik dari Rizky Kristiandika (34) warga Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, seharga Rp 35 juta dicuri pada Sabtu (10/10/2020), sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, motor tersebut diparkir di halaman rumahnya. 

Baca Juga : Bawa Kayu Pohon Ketela, Pria Asal Lumajang Dipenjara setelah Terima Uang Ratusan Ribu

Terbaru, kejadian pencurian terjadi di sebuah rumah kos yang ada di Jalan Wonogiri, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, pada Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 07.00 WIB. Motor trail Honda CRF 150 CC senilai Rp 30 juta lenyap dicuri.

Terlebih lagi, aksi pencurian tersebut semakin mudah, manakala diduga korban lupa mengunci stang dan juga menyalakan alarm motor meski sebenarnya sudah terpasang.

Motor trail tersebut merupakan milik dari Muhammad Rifki (20) warga asli Solo, Jawa Tengah. Pada Selasa (13/10/2020), korban baru saja pulang setelah keluar kos. Kemudian motor bernopol AD 3202 BPE itu diparkir korban di halaman kos-kosan.

"Saya parkirnya sekitar pukul 18.00 WIB, baru kemudian sekitar pukul 21.00 WIB itu saya berniat untuk keluar, tapi nggak jadi," jelasnya.

Setelah itu, keesokan harinya, sekitar pukul 08.00 WIB korban begitu terheran melihat gembok pagar kos sudah tidak ada di tempatnya. Beralih dari gembok, korban kemudian menuju tempat motornya parkir. Namun, di situ korban menjadi panik lantaran motor miliknya tak lagi terparkir.

"Saya kemudian tanya ke teman saya, katanya motornya masih ada saat keluar kos hendak salat subuh di musala yang nggak jauh dari kos. Saat itu katanya gembok juga masih terkunci," bebernya.

Baca Juga : Berhasil Kabur, Dua Komplotan Pencurian Asal Lumajang Masih Buron

Karena temannya tak bisa memberikan informasi lebih rinci, kemudian korban keluar kos dan mencoba bertanya kepada penjual makan di sekitar lokasi kos. Saat itu, didapati informasi jika sebelumnya terdapat dua orang laki-laki yang duduk di depan kos.

"Saya menduga itu pencurinya. Tapi sayangnya tetangga nggak tau ciri-cirinya. Setelah itu coba cari CCTV di sekitar tapi nggak ada, di kos saya juga nggak ada," jelasnya.

Lantaran juga tak terdapat perkembangan, korban kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rohman menjelaskan telah menerima laporan terkait aksi pencurian di kawasan kos tersebut. Dikatakannya jika saat ini penyelidikan masih terus dilakukan. "Ya saat ini petugas masih berupaya melakukan penyelidikan," ujarnya.