Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin (Foto: Republika)
Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin (Foto: Republika)

MALANGTIMES - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) saat ini kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, dikabarkan terdapat delapan anggota KAMI yang telah ditangkap oleh polisi.  

Terkait hal ini, Presidium KAMI Gatot Nurmantyo bersama anggota KAMI lainnya bertandang ke Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Kamis (15/10/2020).  

Baca Juga : Aksi 1310 Tak Digubris Pemerintah, ANAK NKRI Beri Ancaman Ini

Kedatangan mereka bertujuan untuk menemui sejumlah anggota dan petinggi KAMI yang saat ini tengah ditahan di Bareskrim. Mereka yang hadir mulai dari Din Syamsuddin, Rochmat Wahab, Ahmad Yani hingga Rocky Gerung yang datang pada pukul 12.20 WIB.  

Namun, keributan sempat terjadi Gatot bersama rombongan dengan petugas kepolisian. Mereka disebut adu argumen hingga akhirnya Gatot dan rombongan batal bertemu rekan-rekannya di tahanan.  

Gatot lantas menjelaskan alasan mengapa pihaknya tidak jadi untuk menjenguk anggota KAMI yang ditahan.  

"Kita kan bertamu meminta izin untuk menengok. Kami presidium, eksekutif, dan lain-lain. Kami menunggu sampai tidak ada jawaban. Ya terima kasih, nggak ada masalah," ujar Gatot.

Gatot sendiri mengaku tidak tahu-menahu alasan kedatangan mereka ditolak oleh Bareskrim. Bahkan ia mengatakan jika tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Enggak tahu, pokoknya enggak dapat izin, enggak masalah," cetus Gatot.  

Baca Juga : Viral Video Massa Aksi Demo Nangis saat Ditangkap, Polisi: Nangis, Nangis seng Kuat!

Sebelumnya diketahui ada delapan petinggi KAMI yang ditangkap. Mereka dituding telah menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penghasutan terkait demo menolak UU Cipta Kerja.  

Dari delapan anggota KAMI itu, empat orang ditangkap di Jakarta dan empat orang lagi ditangkap di Medan.  

Mereka ialah Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

Sementara yang di Medan, Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri.