Film "Sabda Aji" (Foto : Istimewa)
Film "Sabda Aji" (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Para sineas muda Indonesia tampaknya mulai gandrung menggarap film pendek. Terbaru, ada film pendek Sabda Aji yang menggambarkan kehidupan para santri dan pondok pesantren di tengah pandemi Covid-19. 

Film ini merupakan garapan santri Pesantren Zainul Hasan Genggong. Sabda Aji adalah buah kolaborasi dengan industri film KalPokal Art milik Alumni Pesantren Genggong.

Baca Juga : After Dark the Series, Gabungan 4 Kisah Film Horor Thailand Akan Tayang Oktober Ini

 

Hadir sebagai bentuk peringatan Hari Santri, film yang disutradarai oleh Fuji Firman ini menceritakan tentang kehidupan pesantren, serta perjuangan kyai dan santri dalam melawan virus covid-19.

"Ya, film "Sabda Aji" ini diangkat dari sebuah situasi Pesantren ditengah Pandemi, yang mana pengurus Pesantren berjuang menjaga Santri agar selalu sehat dan kuat sehingga tetap bisa mengaji dan belajar," ucap Fuji Firman, Kamis (15/10/2020) siang.

Dalam film ini Fuji mengaku ingin memperlihatkan sikap ketawaduan seorang pengurus pesantren terhadap kyai dalam menjaga amanah untuk menjadi Pesantren Tangguh Covid-19.

“Sesuai dengan judul, kata Sabda yang berarti perkataan, titah atau amanah. Aji berarti terhormat atau baik. Jadi Sabda Aji ini merupakan interpretasi dari Petuah atau fatwa seorang kyai,” terang Fuji yang juga menjadi penulis skenario film. 

Film yang berdurasi 25 menit ini membutuhkan waktu produksi cukup lama. Sekitar satu bulan, mulai dari penulisan naskah hingga selesai produksi. 

Dikejar deadline ini tentu merupakan satu kesulitan tersendiri dalam pembuatan film ini. Kesulitan lain adalah pemilihan aktor. 

Seperti yang dapat dilihat di teaser, aktor-aktor di film ini kebanyakan adalah santri. Fuji mengaku kesulitan dalam membuat aktor betul-betul menyatu dan meresapi.

Baca Juga : Sinopsis Story of Kale, Pahit-Manis Asmara Ardhito Pramono Rilis 23 Oktober 2020

“Jadi, film ini cukup lama karena dalam hal memberi pengertian kepada aktor agar betul-betul menyatu dengan peran. Karena memang santri bukan artis jadi kami haru bersabar,” imbuh Fuji.

Film ini masih belum tayang, namun teaser dari film ini sudah bisa ditonton di channel YouTube Pesantren Zainul Hasan Genggong yang tayang sejak Kamis, 15 Oktober pukul 15:00 WIB.

“Untuk tayang secara full durasi, kami belum mengagendakan. Kami masih ingin melaunching bersama semua santri,” sebutnya.

Fuji berharap film ini menjadi wujud pesan kepada masyarakat bahwa pesantren dengan kehidupan yang ramai tetap bisa menjaga kesehatan dan melakukan kegiatan belajar sesuai dengan protokol kesehatan.

“Semoga film ini nantinya bisa menghibur para penonton dan semoga bisa merubah mindset masyarakat yang katanya pesantren itu kumuh dan kotor,” pungkasnya.