Situasi Kafe Maxy sesaat sebelum digerebek petugas / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Situasi Kafe Maxy sesaat sebelum digerebek petugas / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Tempat hiburan malam di Kota Tulungagung, Maxy, yang nekat buka saat pandemi Covid-19 ternyata punya cara sendiri untuk mengelabui petugas. 

Heri Widodo, ketua LSM Amta menemukan bukti-bukti aktivitas tempat hiburan kafe and karaoke MAXI pada Sabtu (10/10/2020) lalu. ”Operasionalnya secara sembunyi-sembunyi. Ini menunjukkan mereka tidak sensitif terhadap bahaya penyebaran wabah Covid-19 di Tulungagung,” kata Heri. 

Baca Juga : Angkut 9 Penumpang, Bagong Terguling setelah Gagal Salip Pikap

Tipu daya yang dilakukan, jika dilihat dari luar kafe Maxy memang tampak tutup, tapi sebenarnya mereka tetap beroperasi dengan modus melayani pelanggan tertentu yang sudah melakukan booking melalui telepon. 

"Para pengunjung ini bisa masuk area dalam kafe karaoke, apabila sudah melakukan pemesanan melalui telepon," jelasnya.

Cara masuk juga tidak semudah memasuki tempat umum yang menggunakan standar pemeriksaan. Dikatakan Heri, setelah bisa masuk melalui gerbang pertama, petugas portal kafe akan meminta untuk dihubungkan dengan petugas yang ada di dalam.

"Baru setelah yang dari dalam keluar, tamu ini bisa masuk ke portal berikutnya," jelasnya.

Begitu memasuki pintu kedua ini, tamu bisa mendapatkan pelayanan jasa hiburan karaoke berikut purel di dalam kafe Maxy.  

”Ini tak boleh dibiarkan, kafe ini harus ditutup," imbuhnya.

Heri mengingatkan, bahwa Kafe Maxy merupakan kafe yang pernah bermasalah. Nama kafe sendiri awalnya bernama Yess, kemudian Markas dan tiba-tiba kafe tersebut berubah nama dan pemiliknya

"Seharusnya, pengurusan izin harus dimulai dari nol,” tegasnya.

Baca Juga : Breaking News, Bus Bagong Tergelincir di Jalan Raya Tulungagung-Kediri, Ini Videonya

Kafe Maxy sendiri telah digerebek oleh Satreskrim Polres Tulungagung dan Satpol PP Tulungagung. Kafe ini digrebek lantaran adanya aktivitas di dalam cafe, padahal ada larangan untuk menutup tempat karaoke di masa pandemi.

Mereka dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk dimintai keterangan. Karena tidak memenuhi unsur pidana, kasus ini dilimpahkan ke Satpol PP Tulungagung untuk selanjutnya memberi sanksi sesuai aturan Perda dan Perbup terkait protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Pengelola Cafe Maxy akhirnya dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 500 ribu oleh Satpol PP Tulungagung. Pemberian sanksi ini diberikan lantaran pihak pengelola tetap beroperasi dan memasukkan orang, meski dilarang beroperasi saat pandemi.