Usai Mahasiswa-Buruh, Giliran Ormas yang akan Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Oct 11, 2020 17:17
Demo tolak UU Cipta Kerja (Foto: detikNews)
Demo tolak UU Cipta Kerja (Foto: detikNews)

MALANGTIMES - Pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law pada Senin (5/10/2020) hingga kini masih menjadi kontroversi.  Pada 6-8 Oktober 2020, jutaan buruh dan mahasiswa di beberapa wilayah di Indonesia menggelar aksi demo menolak UU Cipta Kerja.  Mereka meminta agar pemerintah bisa membatalkan pengesahan UU Cipta Kerja tersebut.  

Rupanya aksi demo tak cukup dilakukan oleh para buruh dan mahasiswa.  Pasalnya, pengesahan UU Cipta kerja itu juga mendapat penolakan dari beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.  

Baca Juga : Pakar Hukum soal Omnibus Law: Prosesnya Cacat, akan Timbulkan Perbudakan Manusia

Puluhan ormas pun dikabarkan akan menggelar aksi demo menolak Omnibus Law di Istana Negara.  Pemberitahuan aksi demo itu pun beredar melalui pesan WhatsApp dan media sosial.

Diketahui aksi demo ini dimotori oleh Ormas Front Pembela Islam, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, PA212 dan puluhan ormas lainnya.

Rencananya, demo akan digelar pada Selasa (13/10/2020).  Poster digelarnya demo tersebut salah satunya diunggah oleh akun Twitter @HrsCenter pada Sabtu (10/10/2020).  

Di poster itu gabungan aliansi menamakan sebagai "Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI).

Sementara melalui undangan yang beredar di WhatsApp disebutkan jika aksi akan digelar di Istana Presiden.  Yang lebih menghebohkan mereka akan melakukan aksi demo sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi) lengser.  "Jam: 13.00 sampai Jokowi Lengser," begitu bunyi keterangan dalam undangan tersebut.  

Baca Juga : Polresta Malang Pulangkan 128 Demonstran, 1 Tertinggal Diduga Terlibat Perusakan Bus Polisi

Para ormas juga kembali untuk mengajak segenap seluruh rakyat termasuk mahasiswa dan buruh untuk bergabung dalam aksi tersebut.  

"PERHATIAN PENTING DAN MENDESAK. DIHARAP SEGENAP SELURUH RAKYAT, MAHASISWA, BURUH, PELAJAR STM, SMK, KARYAWAN, PETANI, NELAYAN, OJOL, PKL, INTELEKTUAL, ITE, PROFESIONAL, ORMAS, MAJELIS TAKLIM, PESANTREN, PADEPOKAN, SUPRANATURAL BANTEN, JABAR, JATENG, JATIM, BALI, MADURA, KALIMANTAN, SULAWESI, SUMATERA, MALUKU, PAPUA UNTUK BERGABUNG DALAM ACARA DEMO OMNIBUS LAW" begitu bunyi undangan tersebut.

Bahkan dalam undangan tersebut juga dicantumkan kontak person untuk dihubungi terkait aksi tersebut atas nama Ustaz Damai Hari Lubis. 

Topik
Omnibus LawTolak UU Cipta Kerja
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru