Ditjen pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto (dua dari kiri) saat penandatanganan MoU dengan KEK Singhasari (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ditjen pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto (dua dari kiri) saat penandatanganan MoU dengan KEK Singhasari (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Direktur Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto, menyebut, link and match atau relasi dan kolaborasi antara lingkungan pendidikan dan industri di era saat ini masih sangatlah kurang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wikan, saat menghadiri agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemendikbud dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari. MoU itu terkait pengembangan pendidikan bidang teknologi informasi dan komunikasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan vokasi, di Museum Singhasari, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2020) sore.

Baca Juga : 2021 UN Diganti Asesmen Nasional, Mendikbud: Tidak Usah Cemas, Tidak Perlu Bimbel Khusus

”Tujuan utama program link and match ini adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi dengan industri. Sehingga tujuannya bisa relevan dengan yang dibutuhkan oleh industri saat ini,” kata Wikan.

Dalam praktiknya, dijelaskan Wikan, pihak industri yang tergabung dalam paket link and match tersebut, bakal dilibatkan dalam memberikan materi pembelajaran, proses belajar, hingga evaluasi. Dengan begitu, produk lulusan pendidikan vokasi akan tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh lingkungan industri.

”Untuk pelaksanaannya, nanti juga akan melibatkan seluruh stakeholder. Mulai dari pemerintah daerah, pengelola lembaga pendidikan, hingga dunia industri. Dengan begitu otomatis akan berdampak kepada peningkatan kualitas peserta didik di pendidikan vokasi,” ungkapnya.

Sekedar informasi, dijelaskan Wikan, dengan adanya MoU (Memorandum of Understanding) tersebut, membuat KEK Singhasari tercatat sebagai KEK pertama di bidang pengembangan teknologi. Hal itu sesuai dengan ketetapan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 68 Tahun 2019.

Penyampaian itu sejatinya sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo tentang program pembangunan Indonesia dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Terutama dibidang pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia).

”Pembangunan SDM memang sangat penting. Oleh karena itu kita sudah melakukan training kepada 100 guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Namun ke depan, tidak hanya gurunya yang ditraining, tapi juga sampai ke kurikulumnya,” ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan Wikan, Founder KEK Singhasari David Santoso, mengaku jika SDM menjadi faktor utama dalam pengembangan di bidang teknologi. Oleh karenanya, selain akan berkolaborasi dengan lingkungan pendidikan vokasi di SMK, pihaknya juga bakal bersinergi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan nilai SDM di bidang vokasi tersebut.

”Kami sudah berkolaborasi dengan rektor perguruan tinggi untuk mendidik. Mulai dari segi skil, kognitif, spiritual, hingga soft skill. Dengan begitu kami sangat yakin ini akan menjadikan kita Indonesia's Silicon Valley,” ucapnya.

Baca Juga : Pertama Kali, UIN Malang Lahirkan Doktor Difabel dari FITK

 

Selain dengan dunia pendidikan, lanjut David, pihaknya juga bakal bersinergi dengan investor, baik lokal maupun investasi asing untuk mendukung pengembangan SDM. 

”Kita juga akan mengundang investasi asing, bidang penyedia pelatihan, dan pendidikan yang memang mendukung dan dimungkinkan dalam ketentuan KEK. Itulah yang akan kita explore, untuk menjadi tulang punggung awal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain dihadiri oleh rektor dan direktur perguruan tinggi di Malang Raya, beberapa pejabat daerah mulai dari Pjs (Pejabat sementara) Bupati Malang, Sekda (Sekertaris Daerah) Kabupaten Malang, dan jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang, juga turut menghadiri agenda kali ini.

”Keseriusan kami Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang tidak tangung-tangung ke masalah KEK ini. Bahkan jajaran kami sudah memberikan fasilitas kemudahan dan sebagainya. Nanti Sekda (Kabupaten Malang) akan memonitor langsung,” ucap Pjs Bupati Malang  Sjaichul Ghulam.