Viral Sebut Mahasiswa Bermental Bobrok dan Pakai Narkoba, Anggota DPRD Kota Batu Minta Maaf

Oct 10, 2020 10:46
Video anggota DPRD Kota Batu Khamim Thori saat meminta maaf. (Foto: screenshot)
Video anggota DPRD Kota Batu Khamim Thori saat meminta maaf. (Foto: screenshot)

MALANGTIMES - Peristiwa demonstrasi berujung ricuh di beberapa kota dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) lalu menuai banyak komentar di media sosial. Salah satunya dilontarkan anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PDIP Khamim Tohari. 

Namun, komentar tak simpatik Khamim pada para mahasiswa yang unjuk rasa justru menuai kontroversi. Status yang dia unggah di akun Facebook miliknya pun viral. 

Baca Juga : Polisi Intimidasi Wartawan saat Rekam Pengamanan Demonstran Tolak UU Cipta Kerja di Malang

Khamim menulis pendapat bahwa mahasiswa yang ricuh tersebut bermental premanisme. 

“Ya ALLAH LINDUNGILAH MEREKA dr mahasiswa2 bermoral bobrok dan bermental premanisme..yg di duga selalu pakai narkoba,” tulis Khamim.

Kemudian juga menuliskan status lain disertai sebuah video demo yang terjadi di kawasan Balai Kota Malang berdurasi 30 detik pada Kamis (8/10/2020).

“Kasihan mahasiswa yang baik. Karna oknum mahasiswa yang kurang baik mereka kena imbasnya.. karna dl aq juga pernah jadi mahasiswa,” sebutnya.

Unggahannya itu pun langsung menghebohkan grup Facebook hingga Twitter. Meski menurut Khamim unggahannya sudah dihapus. 

“Setelah saya posting status itu, dua menit langsung saya hapus. Tapi ada yang tangkapan layar (screenshot) status saya dan diunggah ke twitter (sosail media),” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020).

Ia menambahkan, postingan itu dibuatnya secara spontan. Kemudian berinisiatif untuk menghapusnya setelah dua menit diunggah.

Mengetahui hal tersebut menjadi viral, pria yang juga ketua Komisi C DPRD Kota Batu langsung mendatangi Polres Batu untuk meluruskan apa yang terjadi.

Kemudian pihaknya melakukan permohonan maaf kepada para mahasiswa yang merasa tersinggung atas postingan yang telah diunggahnya tersebut. 

Baca Juga : Sempat Viral di Tiktok, Aksi Pelarangan Perekaman Demo Tolak UU Cipta Kerja oleh Anggota Polisi

Video permintaan maaf yang berdurasi 1 menit itu juga diunggah melalui akun Facebook-nya, juga dibagikan oleh admin sebuah grup Facebook. 

‘Saya Khamim Tohari dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman mahasiswa atas postingan di facebook saya kemarin yang membuat teman-teman mahasiswa tersinggung atas kejadian tersebut, murni kekhilafan dan ketidaktahuan saya. Dari lubuk hati yang paling dalam saya mendukung sepenuhnya perjuangan teman mahasiswa dalam menuju kehidupan bermasyarakat, berbangsa ke arah yang lebih baik. Kejadian ini menjadi pembelajaran sangat berharga bagi saya, serta saya berjanji tidak akan melakukan kekhilafan saya di lain waktu. Serta sebagai warga negara yang baik saya siap mempertanggungjawabkan kekhilafan dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum yang berwenang sesuai peraturan. Sekali lagi mohon maaf para mahasiswa, salam perjuangan’.

Terpisah, Ketua PDIP Kota Batu Punjul Santoso menjelaskan, agar ke depan terlebih sebagai fraksi atau kepanjangan tangan dari partai lebih berhati-hati dalam melayangkan komentar terutama di sosial media.

“Berharap anggota baik fraksi kepanjangan tangan partai semestinya tidak komentar macam-macam. Bagian anggota fraksi harus melihat jauh ke sana, khilaf atau benarnya statement,” ucapnya.

Menurutnya di era kecanggihan saat ini, bisa saja sebuah unggahan itu dilebih-lebihkan. 

“Biasanya kan orang sosial media dengan kecanggihan bisa ditambahi, oleh sebab itu ke depan fraksi berhati-hari atas statement agar tidak terjadi permasalahan,” harap pria yang juga Wakil Wali Kota Batu ini.

Topik
DPRD Kota BatuRUU Cipta KerjaOmnibus LawDemo Mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru