Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di luar Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di luar Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Usai adanya aksi demontrasi dari dua gabungan OMEK (Organisasi Mahasiswa Eksta Kampus) yakni HMI (Himpunan mahasiswa Islam) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang berjalan dengan damai, aparat kepolisian terus melakukan penjagaan di lingkungan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, bahwa penjagaan hingga sampai saat ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi demonstrasi susulan yang dikhawatirkan terjadi.

Baca Juga : Ketakutan, Peserta Pameran UMKM Batik Sembunyi Saat Situasi Gedung DPRD Kota Malang Ricuh

 

"Kita masih stand by di sini nanti sampai sekitar jam 14.00 atau 15.00 WIB. Tapi kita takut ada aksi-aksi yang tidak kita harapkan hadir di sini. Jadi kita masih stand by untuk mengantisipasi pengamanan di Kabupaten Malang," ungkapnya kepada awak media, Jumat (9/10/2020).

Hal itu dilakukan karena sebelumnya, disampaikan oleh Hendri, bahwa telah tersebar selebaran di media sosial yang menyatakan bahwa akan ada aksi pada pukul 13.00 WIB.

"Karena mungkin rekan-rekan monitor kemarin ada selebaran yang ada jam 13.00 WIB. Sebenarnya itu sudah diubah menjadi pagi jam 7.00 WIB," tuturnya.

Dalam pengamanan sejak pagi hingga siang ini, disampaikan Hendri, bahwa Polres Malang mengerahkan ratusan anggota yang terdiri dari beberapa anggota Polsek dan bantuan dari Polres Batu.

"Saya melibatkan kurang lebih 250 personil. Di mana 200 personil itu dari Polres Malang, yang terdiri dari gabungan beberapa polsek, dalmas Polres dan satu pleton yang khusus dari Polwan. 50 orang lagi kita minta bantuan pasukan dari Polres Batu," jelasnya.

Dikatakan Hendri, bahwa pengerahan ratusan personil tersebut merupakan langkah antisipasi pencegahan adanya massa-massa aksi yang dikhawatirkan membuat kericuhan seperti pada aksi di wilayah Kota Malang. 

"Sehingga kemarin kita lihat sendiri ada sedikit chaos, ada kejadian yang tidak kita harapkan. Tapi Alhamdulillah hari ini semuanya bisa terkendali, rekan-rekan mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik," ungkapnya.

Aksi demonstrasi pun akhirnya berjalan dengan damai. 

Baca Juga : Banyak Fasilitas Umum Rusak, Wali Kota Malang Sesalkan Aksi Demo Berujung Ricuh

 

Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang dan beberapa anggota lainnya juga merespon cepat adanya demo mahasiswa. Mereka keluar dari gedung dan duduk bersama menemui para demonstran yang menyuarakan aspirasinya terkait Undang-Undang Cipta Kerja.

"Sehingga terjadi komunikasi dua arah yang cukup lumayan efektif dan aspirasi teman-teman mahasiswa sudah tersampaikan. Dan dari rekan-rekan DPRD segera menyikapi dan menindaklanjuti aspirasi yang tadi disampaikan rekan-rekan mahasiswa," jelasnya.

Sementara itu dikatakan Hendri, bahwa aksi yang berjalan damai pada hari ini hanya diikuti oleh dua OMEK tanpa ada gabungan dari kelompok buruh pekerja yang ada di Kabupaten Malang.

"Kalau untuk serikat buruh, kemarin sudah kita inisiasi juga untuk audiensi dengan DPRD. Kemarin dari Konfederasi SPSI juga diterima audiensi oleh Ketua DPRD dan timnya," pungkasnya.