Mahasiswa minta perlindungan polisi (Foto: IG undercover.id)
Mahasiswa minta perlindungan polisi (Foto: IG undercover.id)

MALANGTIMES - Mahasiswa dari beberapa kampus di Indonesia juga turut melakukan aksi demo penolakan UU Cipta Kerja. Diketahui, sejak disahkannya UU Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020) jutaan buruh dan mahasiswa turun jalan untuk melakukan aksi demo.  

Mereka meminta agar pemerintah membatalkan pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law tersebut. Di tengah aksi tersebut, ada sebuah peristiwa mengharukan yang dilakukan oleh seorang mahasiswi.  

Baca Juga : Ketakutan, Peserta Pameran UMKM Batik Sembunyi Saat Situasi Gedung DPRD Kota Malang Ricuh

 

Pasalnya, mahasiswi beralmamater merah marun itu memohon kepada seorang polisi di hadapannya sampai menangis. Ia memohon kepada polisi tersebut untuk diayomi dan dilindungi.  

Sambil membawa pengeras suara dan menangis, mahasiswi itu memohon dengan menepuk-nepuk bagian dada sang polisi.  

"Temen-temen saya berdarah-darah harusnya bapak itu melindungi kita pak bukan melukai kita, di mana hati nurani bapak," ujar mahasiswi itu.  

Sayangnya saat mahasiswi itu memohon, polisi tersebut tampak tak memberika reaksi apapun. Polisi tersebut terlihat masih berdiri tegak dan seakan tidak menghiraukan permohonan mahasiswi tersebut.  

Peristiwa itu pun disaksikan oleh pendemo lainnya.  

 

 

Melalui keterangan unggahan tersebut dikatakan jika saat aksi demo banyak massa khususnya mahasiswa yang tumbang sampai berdarah-darah.  

Hingga akhirnya mahasiswi itu melakukan permohonan kepada polisi tersebut.

"IKUT MEWEK....Banyak yang tumbang saat aksi, bahkan sampai berdarah². Mahasiswi ini memohon kepada Polisi yang ada dihadapannya untuk diayomi dan dilindungi," tulis keterangan di akun @undercover.id.

Video itu pun langsung saja mendapatkan berbagai respon dari warganet. Sebagian warganet ikut prihatin dan menangis dengan aksi yang dilakukan mahasiswi tersebut.  

Tak sedikit pula yang menyalahkan aparat karena hakikatnya mereka harus melindung rakyat. @koloriz6: "Hakikat aparat adalah pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan".

@ditaarrazin: "Manggut2 apa gimana kek...petentang petenteng...masuk bayar ya gt kali ya"

@dedenn125: "Hati mana hati?"

@maulan.rivall: "Kesel bet liat mukanya tuh polisi".

@vinahnfn: "G guna bgt disana, tugas nya mengayomi Rakyat eh malah acuh, pulang aja deh pulang pak bobok siang sana menikmati gaji dr Rakyat."

@rararazaq: "Jangan bohongi hati nurani pak.... bohong kalo bapak ga kasian sm rakyat...."

Baca Juga : Banyak Fasilitas Umum Rusak, Wali Kota Malang Sesalkan Aksi Demo Berujung Ricuh

 

Namun ada juga warganet yang meminta agar demonstran tidak terlalu menghakimi polisi.  

@ahmadysfhabibie: "Tolong para demonstran jgn menghakimi polisi".

@jorika32: "Tapi bagaimana dgn anggota polri yg jg berdarah darah.... , jd mari berdamai... kita sampaikan aspirasi kita dgn damai...."

@dickysnbtr21: "Polisi sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Jadi jangan salahkan polisi. Mereka hanya menjalankan tugas dari pimpinan".

Sayangnya tak diketahui kapan persisnya dan di mana lokasi peristiwa tersebut terjadi.