Waspada, Risiko Covid-19 Meluas Usai Aksi Demo Besar-besaran

Oct 08, 2020 19:30
Potret aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Malang tanpa protokol kesehatan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Potret aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Malang tanpa protokol kesehatan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Aksi demo besar-besaran tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Malang berakhir ricuh dan mencekam, Kamis (8/10/2020). Kawasan Alun-Alun Tugu Malang, Gedung DPRD, dan Balai Kota Malang porak poranda.

Bergerombol, dan abai protokol kesehatan. Potret itu tergambar saat massa berdemo dan melakukan aksi lempar batu hingga petasan ke gedung-gedung di area lokasi, dan berjibaku dengan aparat keamanan.

Baca Juga : Butuh Waktu Enam Bulan, Jatim Terbebas dari Zona Merah Covid-19

Padahal, saat ini masyarakat di seluruh dunia sedang terus berupaya untuk menekan angka kasus penyebaran Covid-19. Artinya, para pendemo memiliki risiko yang cukup tinggi untuk tertular.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Husnul Muarif menyatakan risiko penularan Covid-19 dalam aksi unjuk rasa ribuan massa tersebut sangat tinggi. "Ada potensi penyebaran virus Covid-19," katanya.

Husnul menilai, dengan kondisi yang tak bisa terbendung untuk dimaksimalkan disiplin penanganan Covid-19, maka sudah sepatutnya untuk saling diwaspadai bersama.

"Ini yang harus kita waspadai bersama, kerumunan, tidak pakai masker, tidak ada jaga jarak," jelasnya.

Baca Juga : Angka Swab 2.629, Kota Batu Jadi Zona Oranye

Kondisi ini, kata dia, sejatinya harus diperhatikan oleh masyarakat. Terlebih, bagi mereka yang ikut terlibat dalam aksi demo besar-besaran kali ini. Seperti, apabila merasakan gejala di tubuh mengalami sakit untuk segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kita tetap memberikan edukasi kepada warga terkait dengan protokol kesehatan dan kita tetap mengingatkan kalau ada rasa tidak enak di badan, maka secepatnya ke faskes terdekat," tandasnya.

Topik
Protokol KesehatanCovid 19Demonstrasi Buruh di Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru