Aksi yang digelar mahasiswa dan buruh se-Malang Raya untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Aksi yang digelar mahasiswa dan buruh se-Malang Raya untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Mahasiswa dan buruh se-Malang Raya yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Mahasiswa yang tergabung dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi beserta buruh se-Malang Raya itu memulai aksi dengan berorasi di kawasan perempatan Rajabali, Kota Malang.

Dalam pantauan MalangTIMES, masing-masing perwakilan mahasiswa melakukan orasi dengan pengeras suara. Mereka menuntut untuk membatalkan UU Cipta Kerja karena  dinilai sangat menindas masyarakat.

"Tolak. Omnibus Law harus  dicabut. Sepakat," teriak perwakilan mahasiswa yang melakukan orasi.

Baca Juga : Beredar di Medsos, Ini Isi Telegram Kapolri soal Larangan Demo Buruh

 

Dalam aksi itu, para mahasiswa dan buruh se-Malang Raya membawa bendera Merah Putih hingga bendera masing-masing organisasi. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. "Hidup mahasiswa, hidup rakyat miskin," teriak perwakilan mahasiswa yang melakukan orasi.

Usai melakukan orasi di kawasan Rajabali, ribuan massa berjalan menuju kawasan bundaran Tugu, Balai Kota Malang dan DPRD Kota Malang. Sebagian besar massa lain pun sudah menunggu di kawasan bundaran Tugu Kota Malang.

Sementara itu, sekitar 1.200 personel gabungan dari Malang Raya melakukan pengamanan dalam aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja tersebut. Ribuan personel tersebut sudah melakukan penjagaan di kawasan Balai Kota Malang dengan dilengkapi berbagai perlengkapan, seperti kawat berduri.