Saat Pandemi, Penjual Kopi Keliling Justru Laris Karena Ini

Oct 05, 2020 20:41
Himung saat melayani pembeli kopi (Hendra Saputra)
Himung saat melayani pembeli kopi (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Omzet penjual kopi keliling dengan sepeda pada masa pandemi Covid-19 justru meningkat hampir 100 persen. Hal itu diungkapkan penjual kopi bernama Himung, karena pada masa pandemi saat ini banyak orang yang melihat media sosial hingga mampir di lapaknya.

Himung memiliki cara tersendiri untuk menarik pelanggan di masa pandemi Covid-19 ini. Yakni, aktif di media sosial. Dan langkah yang digunakan itu justru mampu membuat dagangannya laris manis di masa pandemi Covid-19. 

Baca Juga : Maksimalkan Digitalisasi, Disporapar Genjot Ekonomi Kreatif Kota Malang di Tengah Pandemi

"Kalau saya malah kebalikan, sebelum pandemi itu Rp 180 ribu sampai Rp 200 ribuan. Pas pandemi malah meningkat bisa Rp 400 ribu. Pandemi kan pasti mereka melihat sosmed ya, nah itu jadi mampir ke tempat saya. Kalau sebelum pandemi paling keliling tapi gak ketemu sama lapak saya," ungkap Himung.

Selain itu, Himung mempercayai bahwa untuk menjajakan kopi di jalanan akan membuat penikmat kopi merasakan sensasi berbeda. Pasalnya, jika orang sering menikmati kopi di kafe tentunya juga akan sangat bosan. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini tentunya perekonomian juga berpengaruh kepada kantong masyarakat.

"Kalau bisnis kopi untuk sekarang sangat berbeda seperti dulu. Karena pebisnisnya saja pilihan dan customer juga pilihan, tapi sekarang siapapun dan dimanapun bisnis dan penikmat kopi sudah pasti ada. Contoh seperti saya pinggir jalan saja juga bisa, yang penting ruhnya bagaimana," kata Himung.

Awalnya, kendala Himung ada pada harga kepada konsumen, karena kopi manual menurutnya, memiliki harga mahal. Sehingga jika masyarakat segala profesi kalau akan menikmati kopi akan berfikir dua kali. 

Baca Juga : Aglonema hingga Janda Bolong Akan Ramaikan Pameran Virtual Bunga Terbesar di Malang

"Kalau saya bagaimana caranya kopi ini bisa murah, semua orang bisa merasakan dan pastinya petani juga harus sejahtera," ucapnya mengakhiri. 

 

Topik
Berita Malangberita ekonomi malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru