Tingkatkan Ekonomi, OJK Malang Akan Terus Salurkan Kredit UMKM

Oct 05, 2020 20:14
Ilustrasi pedagang pasar (Hendra Saputra)
Ilustrasi pedagang pasar (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang akan terus melakukan penyaluran kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukung kebutuhan permodalan. Hal tersebut juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang saat ini sedang dalam masa proses pemulihan setelah diterpa wabah Covid-19.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, menyebut, bahwa pihak perbankan juga harus mengawal UMKM dalam berinovasi memasarkan produknya. 

Baca Juga : Maksimalkan Digitalisasi, Disporapar Genjot Ekonomi Kreatif Kota Malang di Tengah Pandemi

"Perbankan juga harus melakukan pendampingan kepada UMKM sehingga dapat melakukan inovasi dalam pemasaran produknya. Misalnya melalui platform digital, sehingga market atas produk UMKM Malang Raya tidak hanya terbatas di Malang Raya saja," kata Sugiarto.

Tak hanya dalam dunia perbankan, Sugiarto juga berharap pemerintah daerah untuk mendorong percepatan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menggerakkan kembali roda-roda sektor ekonomi utama di masing-masing daerah.

"Serta mengampanyekan penggunaan produk lokal UMKM untuk meningkatkan kembali minat konsumsi masyarakat," ucapnya.

Diketahui, angka kredit perbankan selama bulan Juli tumbuh sebesar 3,7 persen atau lebih tinggi dari angka nasional yang hanya sebesar 1,53 persen. 

"Kondisi ini juga didukung dengan pengelolaan risiko kredit yang sangat baik dengan kisaran rasio kredit bermasalah hanya 2,73 persen atau masih jauh dibawah batas 5 persen," ungkapnya.

Sugiarto menjelaskan, perbankan di wilayah Malang Raya juga telah memberikan relaksasi secara selektif kepada para debitur yang terdampak Covid-19. Kebanyakan, adalah para pelaku UMKM sebanyak 69.452 debitur dengan baki debet (saldo pokok dari plafon pinjaman yang telah disepakati dalam perjanjian kredit dan biasanya akan berkurang jika angsuran rutin dilakukan atau sesuai jadwal pembayaran oleh debitur, red) sebesar Rp 5,88 triliun. Sementara, untuk non-UMKM sebanyak 16.078 debitur dengan baki debet sebanyak Rp 2,92 triliun.

Baca Juga : Dampak dari Wacana Pajak Nol Persen, Penjualan Mobil Menurun

"Namun, banyaknya pengajuan relaksasi kredit oleh UMKM ini menunjukkan bahwa UMKM sebagai pelaku ekonomi, mengalami dampak secara langsung dari adanya pandemi," kata dia.

Sementara, lanjut Sugiarto, dari sisi dana yang tersimpan di perbankan Malang Raya menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,98 persen pada bulan Juli 2020 secara year on year. Utamanya, pada simpanan jenis deposito yang tumbuh 18,01 persen.

"Dengan jumlah dana yang tumbuh tinggi dimaksud, menunjukkan likuiditas di perbankan Malang Raya relatif terjaga secara aman," jelasnya.

 

Topik
OJK Malangberita ekonomi malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru