Sukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional, OJK Malang Dorong Perbankan Lakukan Ini

Oct 03, 2020 15:17
Ilustrasi pemulihan ekonomi (istimewa)
Ilustrasi pemulihan ekonomi (istimewa)

MALANGTIMES - Guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus mendorong perbankan di wilayah Malang Raya untuk berperan dalam percepatan pelaksanaan PEN di daerah khususnya peningkatan penyaluran kredit dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

OJK Malang mencatat kinerja industri perbankan di Wilayah Malang Raya masih dalam kondisi yang sangat baik di masa pandemi ini. Di tengah tantangan belum pulihnya sektor-sektor ekonomi di Malang Raya, namun kredit perbankan masih mengalami pertumbuhan di bulan Juli sebesar 3,70 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan kredit secara nasional yang sebesar 1,53 persen.

Baca Juga : Kisah Pilu Batik Tulis Celaket Kota Malang pada Peringatan Hari Batik Nasional

Kondisi ini juga didukung dengan pengelolaan risiko kredit yang sangat baik dengan kisaran rasio kredit bermasalah hanya 2,73 persen atau masih jauh di bawah batas 5 persen. Perbankan di wilayah Malang Raya juga telah memberikan relaksasi secara selektif kepada debitur-debitur yang terdampak Covid-19, dengan total untuk UMKM sebanyak 69.452 debitur dengan baki debet sebesar Rp5,88 Triliun, dan 16.078 debitur Non-UMKM dengan baki debet sebesar Rp2,92 Triliun.

"Namun, banyaknya pengajuan relaksasi kredit oleh UMKM ini menunjukkan bahwa UMKM sebagai pelaku ekonomi, mengalami dampak secara langsung dari adanya pandemi ini," ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri.

Dari sisi dana yang tersimpan di perbankan Malang Raya menunjukkan pertumbuhan 9,98 persen pada bulan Juli 2020 secara year on year (YoY), terutama pada simpanan jenis Deposito yang tumbuh 18,01 persen.

Dengan jumlah dana yang tumbuh tinggi dimaksud, menunjukkan likuiditas di perbankan Malang Raya relatif terjaga secara aman. "Tantangan bagi perbankan justru adalah bagaimana menjalankan fungsi intermediasi secara baik dengan melakukan penyaluran kredit kepada sektor-sektor ekonomi yang mulai bangkit pasca dibukanya kembali kegiatan pariwisata di Malang Raya," kata Sugiarto.

Menurut Sugiarto, indikator perekonomian di Malang Raya di masa pandemi ini dapat ditunjukkan oleh indikator pertumbuhan kredit di perbankan yang memiliki dampak terhadap pendapatan daerah seperti sektor pariwisata, sektor konstruksi, sektor perdagangan, dan sektor properti.

"Kita sama-sama memahami bahwa perbankan sebagai institusi bisnis mengedepankan prinsip follows the trade, di mana ada pasar disitulah perbankan akan masuk memberikan pembiayaan. Kita coba bandingkan indikator pertumbuhan kredit perbankan di ketiga sektor ekonomi penyumbang pendapatan di wilayah Malang Raya," ungkapnya.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi, OJK Malang Beber Strategi yang Bisa Diterapkan

Di sektor konstruksi, kredit masih mengalami pertumbuhan di bulan Juli 2020 sebesar 30,81 persen dibandingkan Juli 2019, yang menunjukkan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan konstruksi masih berjalan dengan baik. Namun kondisi ini tidak diikuti oleh kredit perbankan pada sektor perdagangan yang pada Juli 2020 mengalami kontraksi  sebesar -11,13 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2019.

Lalu bagaimana dengan kredit pada sektor yang terkait pariwisata seperti penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum? Pada bulan Juli 2020 perbankan masih melihat sektor yang terkait dengan pariwisata tersebut sebagai sektor yang memiliki prospek untuk dibiayai.

"Hal ini terlihat dari realisasi kredit yang masih tumbuh di kisaran 12,89 persen secara yoy. Sementara itu, untuk kredit kepada sektor properti khususnya untuk hunian rumah tinggal masih tumbuh 0,65 persen secara yoy dan jika dibandingkan Desember 2019 masih mengalami peningkatan 3,58," jelasnya.

 

Topik
Pemulihan Ekonomi Nasional Kredit Perbankan di Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru